BI Sulut Tingkatkan Sosialisasi Keaslian Rupiah

   •    Kamis, 21 Sep 2017 12:01 WIB
bank indonesiauang
BI Sulut Tingkatkan Sosialisasi Keaslian Rupiah
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Adwit B Pramono)

Metrotvnews.com, Manado: Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Utara (Sulut) akan terus meningkatkan sosialisasi keaslian uang rupiah di sejumlah pasar tradisional dan pemukiman padat penduduk. Hal itu menjadi penting dilakukan lantaran rupiah merupakan salah satu bentuk kedaulatan Indonnesia.

"Sosialisasi keaslian uang rupiah juga terus dilakukan guna meminimalisir peredaran uang palsu," kata Asisten Direktur Kantor Perwakilan BI Sulut Lukman Hakim, seperti dikutip dari Antara, di Manado, Kamis 21 September 2017.

Lukman mengatakan jika masyarakat semakin paham dengan ciri-ciri keaslian rupiah maka tidak akan tertipu dengan uang palsu. Masyarakat yang mendapatkan sosialisasi uang rupiah diperkenalkan dengan istilah 3D, dilihat, diraba, dan diterawang.

Ada beberapa ciri yang menandakan uang rupiah itu asli, di antaranya terdapat benang pengaman, huruf atau angka yang terasa kasar bila diraba. Ciri lainnya tanda air berupa gambar pahlawan. Lalu, ada pula gambar saling isi (rectoverso) dan logo BI dalam bidang segi lima yang dapat berubah warna bila dilihat dari sudut pandang tertentu.

"Sosialisasi ciri uang rupiah asli merupakan salah satu bentuk pelaksanaan tugas dari BI, karena sudah diamanatkan dalam UU No 7/2011 tentang Mata Uang," jelasnya.

Selama proses sosialisasi, pedagang dan pembeli yang datang ke pasar sangat antusias mendengarkan penjelasan dari petugas BI. Apabila masyarakat ragu dengan keaslian uang rupiah yang diterima selesai transaksi jualbeli, sebaiknya ditanyakan langsung ke pihak BI atau dilaporkan ke kepolisian terdekat.

Dalam UU Mata Uang dijelaskan setiap orang dilarang memalsukan rupiah, menyimpan secara fisik dengan cara apapun yang diketahuinya merupakan rupiah palsu, dilarang mengedarkan dan/atau membelanjakan rupiah palsu, membawa atau memasukkan rupiah palsu ke dalam dan/atau ke luar wilayah Indonesia serta mengimpor atau mengekspor rupiah palsu.


(ABD)