Dukung Program KKP, BNI Teken MoU Penyediaan Jasa Perbankan

Annisa ayu artanti    •    Jumat, 25 Aug 2017 15:56 WIB
bnikelautan dan perikanan
Dukung Program KKP, BNI Teken MoU Penyediaan Jasa Perbankan
Dukung Program KKP, BNI Teken MoU Penyediaan Jasa Perbankan. (FOTO: MTVN/Annisa Ayu Artanti)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menandatangani kesepakatan kerja sama dengan PT Bank Negara Indonesia (BNI) terkait tentang penyediaan dan penggunaan jasa perbankan.

Wakil Direktur Utama BNI Herry Sidharta mengatakan KKP butuh dukungan dari perbankan untuk menjalankan berbagai programnya. Khususnya program yang langsung tertuju pada nelayan seperti penyaluran kredit kepada mitra-mitra binaan KKP di industri KKP, hingga memberikan edukasi mengenai layanan perbankan kepada nelayan.

Percepatan penyaluran kredit program dan kredit umum juga akan dilakukan secara langsung maupun lingkage kepada pelaku usaha kelautan dan perikanan binaan KKP. BNI siap melakukan pertukaran data dan informasi, layanan fungsi perbankan kepada channeling bank administrating pada proyek pinjaman dan atau hibah luar negeri.

"BNI siap menyediakan layanan perbankan dalam lingkup kemitraan di bidang kelautan dan perikanan seperti pengelolaan dana melalui cash management, payroll, Kartu Pegawai Elektronik/KPE, pengelolaan dana pensiun, kredit konsumen, hingga corporate individual credit card. BNI juga dapat menyiapkan fasilitas pengelolaan dana APBN dan layanan perbankan lainnya," kata Herry di Kantor Kementerian KKP, Jakarta, Jumat 25 Agustus 2017.

Dengan kerja sama tersebut, Herry menjelaskan, akan dapat memberikan berbagai kemudahan kepada KKP dalam pengelolaan keuangannya sehingga akan tercipta efisiensi dan efektivitas kinerja keuangan KKP.

"Kerja sama ini semakin memperkuat pengelolaan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dikelola melalui KKP oleh BNI," jelas dia.

Ia menyebut, hingga Juli 2017 telah disalurkan kredit pada sektor kemaritiman sebesar Rp14,4 triliun kepada 2.359 Debitur, yang terdiri atas sektor kelautan dan perikanan sebesar Rp2,1 triliun kepada 2.004 Debitur.

Sementara sektor lainnya sebesar Rp12,3 triliun untuk 355 debitur, yang didominasi oleh kredit dari segmen pengangkutan dan pelayaran sebesar 52 persen, galangan kapal sebesar 20 persen, budidaya dan penangkapan ikan sebesar 14 persen, Industri pengolahan dan perikanan sebesar enam persen, perdagangan hasil perikanan sebesar enam persen, dan konstruksi pelabuhan sebesar dua persen.

Melihat hal itu, BNI akan mendukung program-program KKP. "BNI akan mendukung berbagai program pemerintah di Kementerian Kelautan dan Perikanan tersebut," pungkas dia.


(AHL)