Bank Sinarmas Salurkan Kredit Dukung UMKM

Eko Nordiansyah    •    Kamis, 27 Jul 2017 10:16 WIB
bank sinarmas
Bank Sinarmas Salurkan Kredit Dukung UMKM
PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM) meluncurkan program yang memudahkan para pedagang memiliki kios (Foto: Eko Nordianysah/Metrotvnews.com).

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM) meluncurkan program yang memudahkan para pedagang memiliki kios di Pasar Panorama Lembang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Pembiayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) ini terus menjadi salah satu fokus penyaluran kredit perseroan.
 
Program pembiayaan kepemilikan tempat usaha ini dijalankan dengan menggandeng PT Bangunbina Persada, pengembang dan pengelola Pasar Panorama Lembang. Program kredit kepemilikan tempat usaha ini diharapkan akan memudahkan para pedagang untuk memiliki kios di Pasar Panorama Lembang. 
 
"Di kantor pengembang, kami telah menyiapkan tim yang siap melayani pengajuan kredit UMKM oleh para calon pemilik kios,” kata Group Head Micro & Small Business BSIM Muktiono Wibowo, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis 27 Juli 2017.
 
Melalui program kredit kepemilikan kios ini, BSIM siap menyalurkan pembiayaan UMKM kepada lebih dari 2.000 pemilik kios senilai Rp60 miliar. BSIM menargetkan peningkatan penyaluran pembiayaan, baik melalui kredit ritel, kredit UMKM, kredit usaha rakyat maupun kredit korporasi.
 
Hingga pertengahan tahun ini di wilayah Jawa Barat, BSIM telah menyalurkan kredit UMKM sebesar Rp220 miliar melalui unit-unit mikro yang tersebar di kantor-kantor cabang BSIM di Bandung, Sukabumi, Cirebon, Tasikmalaya, dan Karawang.
 
Secara total, hingga Juni 2017, BSIM telah menyalurkan pembiayaan UMKM sebesar Rp2,2 triliun atau 68,5 persen dari total target tahun 2017 yang senilai Rp3,3 triliun. Jumlah ini lebih tinggi 8,1 persen dari penyaluran kredit UMKM di 2016 yang mencapai Rp2,1 triliun.
 
Pada 2016, total kredit yang disalurkan BSIM berjumlah Rp19,1 triliun, meningkat 10,29 persen dibandingkan jumlah kredit di 2015 sebesar Rp17,3 triliun. Sedangkan Pembiayaan terhadap Dana yang Dihimpun atau Loan to Deposit Ratio (LDR) Perseroan mencapai 96,6 persen sepanjang tahun lalu.



(FJR)