Indosat Ooredoo Bukukan Laba Rp1,1 Triliun di 2017

   •    Sabtu, 31 Mar 2018 13:06 WIB
indosat
Indosat Ooredoo Bukukan Laba Rp1,1 Triliun di 2017
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Jakarta: PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo) membukukan pertumbuhan kuat dan positif selama 2017. Dalam hal ini, laba tercatat sebesar Rp1,1 triliun atau naik sebanyak 2,8 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

"Selama tiga tahun berturut-turut perusahaan membukukan pertumbuhan positif yang menggembirakan, di mana tahun ini berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar Rp1,1 triliun atau naik 2,8 persen," kata President Director & CEO Indosat Ooredoo Joy Wahjudi, seperti dikutip dari Antara, Sabtu, 31 Maret 2018.

Melanjutkan pertumbuhan pendapatan yang baik di 2016, lanjutnya, di 2017 Indosat Ooredoo menunjukan pertumbuhan pendapatan yang semakin sehat dan stabil sebesar 2,5 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurutnya pihaknya telah mengantisipasi kenaikan ini sesuai dengan pertumbuhan Industri dan performa perusahaan yang sangat baik sejak 2016. Pada tahun lalu, perusahaan membukukan pendapatan konsolidasian perusahaan sebesar Rp29,9 triliun, utamanya didukung oleh pertumbuhan pendapatan segmen B2B atau MIDI hampir 10 persen dan seluler sebesar 1,7 persen.

Hal ini menunjukan konsistensi perusahaan yang fokus pada strateginya dan keberhasilan menjalankan program transformasi operasional dan organisasi selama 2017. Pendapatan dari layanan data seluler juga tumbuh pesat sebesar 40,2 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya menjadi Rp14,5 triliun, yang berasal dari pertumbuhan pengguna smartphone.

Kontribusi pendapatan data seluler pada 2017 mencapai sekitar 60 persen terhadap total pendapatan seluler. Selain berhasil menaikkan laba bersih perseroan, pertumbuhan Indosat Ooredoo juga ditopang oleh efisiensi beban keuangan. Total utang dari pinjaman bank dan obligasi pada 2017 juga mengalami penurunan sebesar 3,3 persen.

"Atau berkurang sebesar Rp660,2 miliar dibandingkan dengan di 2016 dengan tingkat bunga mengalami penurunan," pungkasnya.

 


(ABD)