Kontribusi Ekspor Batam untuk Nasional Capai 17%

Anwar Sadat Guna    •    Kamis, 12 Apr 2018 20:14 WIB
eksporinvestasi di batam
Kontribusi Ekspor Batam untuk Nasional Capai 17%
Suasana konferensi pers Rapat Koordinasi Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan Bank Indonesia. (FOTO: Medcom.id/Anwar Sadat)

Batam: Kawasan ekonomi Batam diharapkan tetap mampu memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya di bidang ekspor. Sebagai kawasan industri di wilayah Regional Sumatera, Batam merupakan salah satu pusat industri manufaktur yang berorientasi ekspor.

"Saat ini, Batam memberikan kontribusi sebesar 17 persen ekspor nasional, khususnya produk-produk berteknologi menengah dan tinggi. Lebih spesifik lagi, Ekspor Batam adalah produk semi konduktor dengan teknologi menengah-tinggi," ungkap Deputi Gubernur Bank Indonesia Bidang Moneter Dody Budi Waluyo dalam konferensi pers Rapat Koordinasi Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan Bank Indonesia, di Hotel Radisson, Batam, Kamis, 12 April 2018.

Dody mengungkapkan, sebagai lembaga pemerintah, Bank Indonesia (BI) berupaya menciptakan stabilitas ekonomi nasional dan daerah. Dalam rapat koordinasi yang diselenggarakan di Batam ini, ungkap Dody, BI bersama pemerintah kembali ingin menunjukkan perannya menyikapi permasalahan di daerah, terutama di sektor riil.

"Kami turun ke daerah, termasuk Batam, untuk melihat secara riil permasalahan di lapangan. Batam kami nilai daerah yang punya potensi untuk terus berkembang, karena wilayah ini merupakan penyumbang ekspor yang cukup tinggi untuk nasional," ujarnya.

Selain industri manufaktur, Doby melihat Batam juga memiliki industri shipyard (galangan kapal) dan industri kreatif (animasi dan digital).

"Sedikit banyaknya, industri bisa menambah pertumbuhan ekonomi di Tanah Air. Batam bahkan rangking dua dalam bidang ekspor untuk produk teknologi menengah-tinggi," ujarnya.

Meski demikian, Batam masih memiliki permasalahan yang mendasar, di antaranya ketersediaan SDM dan penyerapan tenaga kerja untuk menopang sektor industri di Batam.

Hal ini patut mendapatkan perhatian agar produk-produk yang dihasilkan oleh industri di Batam mampu kompetitif dan bersaing dengan produk dari kawasan sejenis di negara-negara lain, seperti Thailand, Vietnam, Malaysia, bahkan Singapura.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Perekonomian, Iskandar Simorangkir, menambahkan, Batam merupakan wilayah yang memiliki keistimewaan karena menyandang sebagai kawasan free trade zone atau perdagangan dan pelabuhan bebas.

"Dengan status ini, Batam memiliki keistimewaan dibandingkan kawasan ekonomi khusus lainnya di Tanah Air. Karena pemerintah tidak memungut bea masuk dan pajak atas barang yang masuk dan keluar dari kawasan tersebut (Batam)," ujarnya.

Iskandar menambahkan, sudah saatnya juga Batam melirik untuk mengembangkan industri lain yang mampu menyerap tenaga kerja handal dan ahli di bidang teknologi tinggi dan industri kreatif. Salah satunya yang sudah mulai dikembangkan Batam yakni industri MRO dan industri kreatif, khususnya di bidang teknologi digital.

"Industri ini jauh lebih hight teknologi dan tepat menurut kami langkah yang telah dilakukan Badan Pengusahaan (BP) Batam yang saat ini juga fokus di industri tersebut," ujarnya.


(AHL)


Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

3 days Ago

Kepailitan Sariwangi AEA dan anak usahanya yaitu PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (…

BERITA LAINNYA