Pemerintah Dinilai Telah Berupaya Jaga Rupiah

Arga sumantri    •    Minggu, 09 Sep 2018 16:46 WIB
kurs rupiah
Pemerintah Dinilai Telah Berupaya Jaga Rupiah
Anggota Dewan Pakar NasDem Taufiqulhadi. Foto: MI/Susanto

Jakarta: Pemerintahan Joko Widodo dikritik terkait melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat. Juru Bicara tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf Amin Taufiqulhadi memastikan pemerintah selama ini sudah berbuat menjaga rupiah.

"Pemerintah telah mengambil sesuatu dalam empat tahun terakhir," kata Taufiqulhadi kepada Medcom.id, Minggu, 9 September 2018.

Dia memberi contoh, salah satu upaya pemerintah berusaha kuat menjaga perekonomian yakni dengan menggerakan ekonomi mikro. Upaya ini dilakukan guna memastikan usaha sektor kecil di masyarakat tetap hidup.

"Lalu sebuah utang itu diupayakan dalam bentuk surat berharga negara (SBN). Dengan demikian utang di dalam rupiah, walaupun terjadi gejolak terhadap rupiah, tidak akan terlalu berpengaruh," jelasnya. 

Selain itu, kata dia, pemerintah juga telah berkomitmen untuk pembangunan ekonomi di desa menggunakan program dana desa. Program ini menyedot separuh dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pemerintah.

"Ekonomi bergulir di masyarakat. Walaupun ada kenaikan sedikit tidak berpengaruh karena masyarakat mampu menjangkau," ucap Anggota Dewan Pakar NasDem itu.

Baca: Indef Perkirakan Rupiah Terus Tertekan hingga Akhir 2018

Sebelumnya, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengkritik kondisi melemahnya nilai tukar rupiah. Prabowo menyebut perekonomian Indonesia mengkhawatirkan setelah rupiah terus melemah. 

Sementara, Sandi menilai rendahnya Pendapatan Domestik Bruto dari sektor manufacturing menjadi penyebab perekonomian Indonesia melorot. Sektor manufacturing yang pernah mencapai hampir 30% dari PDB pada tahun 1997, kata Sandi sekarang tinggal 19%. "Hal ini tentu mengganggu ketersediaan lapangan kerja dan ekspor kita," kata Sandi.




(DMR)