Pengusaha Khawatir Holding BUMN Buat Persaingan Bisnis Jadi tak Sehat

Husen Miftahudin    •    Jumat, 25 Nov 2016 07:30 WIB
holding bumn
Pengusaha Khawatir <i>Holding</i> BUMN Buat Persaingan Bisnis Jadi tak Sehat
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang BUMN, Adisatrya Sulisto (kedua dari kiri). (Foto: Antara/Ismar Patrizki).

Metrotvnews.com, Jakarta: Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengkhawatirkan holdingisasi perusahan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membuat persaingan bisnis nasional menjadi tak sehat. Karena dengan operasi bisnis BUMN yang didukung pemerintah itu dinilai akan terjadi monopoli usaha.

"Pemerintah seharusnya mempertimbangkan keseimbangan, keberlanjutan sektor usaha yang dimiliki oleh swasta. Karena swasta memiliki peran untuk menciptakan daya saing dan persaingan yang sehat," kata Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang BUMN, Adisatrya Sulisto, dalam keterangan tertulis, Jakarta, Jumat (25/11/2016).

Bahkan, tambah Adi, dengan rencana revisi Undang Undang (UU) Nomor 19 tahun 2003 tentang BUMN, akan memberi keleluasaan kepada BUMN untuk menunjuk langsung serta memberikan kesempatan yang sangat luas bagi anak perusahaan BUMN untuk memonopoli usaha. Kondisi demikian diperkirakan akan mematikan usaha swasta di sektor tersebut.

"Tidak sedikit pihak swasta yang khawatir dengan impact dari holdingisasi ini. Maka, kita berharap dengan adanya konsolidasi ke depan, sinergi BUMN dan swasta bisa lebih ditingkatkan. Banyak swasta yang mumpuni untuk mendukung pemerintah dalam membangun ekonomi nasional," tuturnya.

Menurut Adi, sinergi BUMN-swasta diyakini mampu meningkatkan ketahanan bisnis lokal sehingga mampu bersaing secara global. BUMN-swasta, ungkapnya, perlu bekerja sama dalam membentuk sebuah platform komunikasi dan informasi yang baik untuk menunjang kelangsungan iklim bisnis nasional.

"Sekarang ini kita menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), persaingan perusahaan bukan lagi antar BUMN dan swasta, melainkan antarnegara. Karena itu, BUMN dan pelaku usaha swasta perlu segera bersinergi agar dapat memenangkan persaingan dengan negara Iain," tegas dia.

Perbaikan komunikasi dan sharing informasi secara cepat dan terstruktur antara BUMN dan swasta harus segera dilakukan. "Ini untuk menghindari adanya permasalahan praktik monopoli dalam dunia usaha tanah air," pungkas Adi.

Seperti diketahui, pemerintah saat ini berupaya untuk membentuk  enam holding BUMN yaitu di bidang tambang, minyak dan gas, infrastrukur, keuangan, perumahan, dan pangan.
 


(HUS)

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional
Sevel Tutup

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional

5 days Ago

Bangkrutnya usaha 7-Eleven (sevel) ditangan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meninggalkan ban…

BERITA LAINNYA