BJB Catat Laba Tumbuh 55,6% di Kuartal III-2016

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 14 Oct 2016 18:55 WIB
bjb
BJB Catat Laba Tumbuh 55,6% di Kuartal III-2016
Suasana Analyst Meeting BJB Kuartal III-2016 (Foto: MTVN/Dian Ihsan Siregar)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Bank Pembangunan Daerah Jabar Banten Tbk (BJBR) atau BJB mencatat laba bersih sebesar Rp1,39 triliun. Perolehan itu mengalami pertumbuhan sebanyak 55,6 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya yang sebesar Rp864 miliar.

Direktur Utama BJB Ahmad Irfan menyebutkan, faktor utama yang menjadi penyumbang laba bersih BJB berasal dari pendapatan bunga bersih yang tumbuh sebesar 27,3 persen secara year on year (yoy).

"Dengan pengelolaan biaya operasional yang sehat serta keberhasilan mengendalikan struktur pendanaan menjadi lebih efisien, maka Net Interest Margin (NIM) BJB terjaga di level 7,2 persen," ucap Irfan, ‎ditemui dalam acara Analyst Meeting Kuartal III-2016, di Ritz Carlton Pacific Place, SCBD Sudirman Jakarta, Jumat (14/10/2016).

Baca: BJB Belum Berencana Turunkan Suku Bunga Kredit

Meski laba meningkat, Irfan menyebutkan, total Dana Pihak Ketiga (DPK) perseroan mengalami penurunan sebanyak 5,2 persen dari posisi Rp77,04 triliun di kuartal III-2015 menjadi Rp72,99 triliun di sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini.

Sementara itu, untuk posisi liabilitas dan ekuitas masing-masing menjadi Rp85,88 triliun dan Rp9,7 triliun. Keduanya mengalami kenaikan secara year on year di mana liabilitas naik 3,4 persen dan ekuitas naik 35,9 persen.

"Total aset kami naik enam persen. Dari posisi Rp90,25 triliun di kuartal III-2015 menjadi Rp95,68 triliun per September 2016," kata Irfan.

Sementara itu, BJB mencatat penyaluran kredit sebesar Rp63,023 triliun per kuartal III-2016 atau mengalami kenaikan sebanyak 15,7 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama di 2015 yang sebesar Rp54,49 triliun.

"Kredit kita meraih hasil yang cukup baik, naik 15,7 persen, dengan dibarengi penurunan kredit bermasalah (NPL) menjadi 1,7 persen," ‎ucap Ahmad Irfan,.

Dari total kredit tersebut, menurut Irfan, banyak disumbang masih dari konsumer sebesar Rp42,82 triliun, setelah itu ada komersial yang menyumbang Rp12,27 triliun, kemudian ada mortgage Rp4,47 triliun, dan terakhir kredit mikro sebsar Rp3,45 triliun.

‎"Porsi kredit infrastruktur naik 33 persen, rata-rata berasal dari proyek APBN dan APBD. Kita incar sindikasi dari perbankan, karena lebih aman. Kredit yang kita salurkan lebih ke kualitas bukan kuantitas," pungkas Irfan.


(ABD)