Dinobatkan sebagai Top National Banker, Presdir BCA Bertekad Pertahankan Kepercayaan Nasabah

Gervin Nathaniel Purba    •    Rabu, 28 Dec 2016 00:00 WIB
berita bca
Dinobatkan sebagai Top National Banker, Presdir BCA Bertekad Pertahankan Kepercayaan Nasabah
Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja meraih penghargaan sebagai Top National Banker dalam Investor Awards-Tokoh Finansial Indonesia 2016 (Foto:Metrotvnews.com/Gervin Nathaniel Purba)

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja meraih penghargaan sebagai Top National Banker dalam Investor Awards-Tokoh Finansial Indonesia 2016. Penghargaan diberikan atas prestasi Jahja memimpin BCA dan perannya sebagai ujung tombak perusahaan.

Selain Jahja, Presiden Direktur BCA Finance Roni Haslim juga terpilih sebagai Top Executive of Multifinance Company 2016 pada ajang penghargaan tersebut.

Penghargaan Top National Banker 2016 diserahkan langsung kepada Jahja dan Roni di Soehanna Hall, The Energy Building, Jakarta Selatan, Kamis, 15 Desember 2016.

Pada kesempatan tersebut, Jahja mengucapkan puji syukur kepada Tuhan atas keberhasilan meraih penghargaan Top National Banker 2016. Ia mengatakan, penghargaan itu menjadi apresiasi atas semangat, kinerja, kerja keras pemimpin, dan manajemen BCA, serta seluruh karyawan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah.

Jahja membeberkan, kunci keberhasilannya bisa mempertahankan kesuksesan sejauh ini dengan menjaga kekompakan dari seluruh tim yang sudah dibangun selama ini. Pemimpin perusahaan bertanggung jawab mendorong dan membangun iklim kerja yang positif untuk memotivasi seluruh karyawan dan manajemen agar senantiasa memberikan pelayanan solusi perbankan yang terbaik.

Salah satu tantangan paling berat yang dihadapi Jahja yaitu bagaimana mempertahankan sebuah kesuksesan yang telah diraih. Menurut Jahja, kebanyakan orang terlalu cepat berpuas diri dengan kesuksesan yang sudah digenggam sehingga membuat lengah dan tersandung pada kemudian hari.

"Orang melihat sukses itu seperti hanya satu titik. Tetapi menurut kami, sukses itu diraih dari kumpulan event-event dan aktivitas yang berkesinambungan dan terus menerus secara konsisten. Itu menyebabkan kesuksesan akan diikuti dengan kesuksesan lain. Kalau cepat puas, maka sudah pasti di titik tertentu akan menurun," ujar Jahja.

Oleh sebab itu, Jahja menegaskan sangat penting menjaga performa kinerja bank dari tahun ke tahun. Hal itu dimulai dari menjaga hubungan baik dengan para nasabah dan pelayanan produk yang diberikan kepada nasabah, apalagi saat ini memasuki era digital. Hingga saat ini, banyak dari produk BCA sudah menyesuaikan dengan perkembangan teknologi dalam memberikan kemudahan bagi nasabah.

"Memang kalau kita lihat nasabah kita belum terlalu digital minded. Tapi kalau dilihat ke depan, generasi muda sebagai generasi penerus itu adalah era digital. Oleh karena itu, sekarang sudah dipersiapkan (produk BCA) untuk masuk ke era digital," jelasnya.

Selain itu, Jahja mengajak seluruh masyarakat untuk optimistis terhadap kondisi perekonomian nasional pada saat ini. Dia mengakui, kondisi perekonomian sedang lesu. Namun jika dibandingkan dengan negara lain, maka Indonesia masih jauh lebih baik. "Dan ini merupakan suatu kesempatan untuk berkiprah untuk lebih jauh lagi," tuturnya.





Penghargaan Investor Awards-Tokoh Finansial Indonesia 2016 yang diselenggarakan oleh Majalah Investor, diberikan kepada CEO berprestasi dari berbagai sektor usaha. Penghargaan bertujuan untuk memotivasi para pemimpin industri finansial agar memberikan yang terbaik di bidangnya, sehingga dapat berkontribusi dalam membangun perekonomian Tanah Air dan meningkatkan kesejahteraan bangsa.

Berdasarkan prestasi sepanjang tahun ini, Jahja dinilai berhasil mengoptimalkan kinerja BCA dan berperan penting dalam industri perbankan. Pada kepemimpinannya di tengah pertumbuhan ekonomi yang moderat dan masih lemahnya aktivitas bisnis, BCA berhasil menutup periode sembilan bulan pertama pada 2016 dengan peningkatan pendapatan operasional yang sehat. Pencapaian tersebut didukung oleh pertumbuhan berkelanjutan dari dana pihak ketiga dan keseluruhan aset produktif disertai penerapan prinsip kehati-hatian dengan mengutamakan pentingnya kualitas aset.

BCA dan entitas anak perusahaan melaporkan peningkatan laba bersih sebanyak 13,2 persen menjadi Rp151 triliun dari Rp13,4 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Pendapatan operasional yang terdiri dari pendapatan bunga bersih dan pendapatan operasional lainnya tumbuh 15,2 persen menjadi Rp39,7 triliun pada sembilan bulan pertama tahun ini, dibandingkan Rp34,4 triliun pada sembilan bulan pertama pada 2015.

"Ke depannya, BCA akan tetap fokus dalam mengelola aset dan liabilitas secara aktif sekaligus mengedepankan efisiensi operasional guna mencapai hasil kinerja positif yang berkelanjutan. Di tengah situasi yang penuh tantangan, penyediaan produk dan layanan yang berkualitas merupakan dasar utama dalam mempertahankan kepercayaan nasabah," kata Jahja.


(ROS)