Pelaku UMKM Berkontribusi ke Ekonomi Lokal via Digital

Ade Hapsari Lestarini    •    Selasa, 14 Nov 2017 19:46 WIB
lazada
Pelaku UMKM Berkontribusi ke Ekonomi Lokal via Digital
Pelaku UMKM Berkontribusi ke Ekonomi Lokal via Digital. (FOTO: dokumentasi Lazada)

Jakarta: Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) menjadi kelompok usaha dengan jumlah paling besar, yang terbukti mampu bertahan terhadap berbagai guncangan krisis ekonomi.

Data Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memaparkan bahwa kontribusi UMKM terhadap produk domestik bruto (PDB) meningkat dari 57,84 persen menjadi 60,34 persen dalam lima tahun terakhir.

Tak hanya itu, penyerapan tenaga kerja pun meningkat pada sektor ini yaitu dari 96,99 persen menjadi 97,22 persen pada periode yang sama.

Melirik kondisi itu, potensi penggerak ekonomi rakyat kecil tak lagi bisa dipandang sebelah mata. Termasuk dalam hal ini UMKM di ranah digital. Meski persentasenya masih kecil, geliat UMKM di perdagangan online tak dapat dipungkiri telah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perekonomian masyarakat kecil.

Sejalan dengan itu, perusahaan e-commerce, Lazada, turut mengapresiasi 11 "Pahlawan Ekonomi Digital" untuk berkunjung ke kantor Alibaba dan melihat langsung cara kerja perusahaan e-commerce terbesar di dunia.

Kesebelas "Pahlawan Ekonomi Digital" versi Lazada adalah Nurmaliana (Jakarta), Sugeng Wibowo (Yogyakarta), Dedy Liem (Yogyakarta), Katri Bawani (Yogyakarta), Atika Novianty Hermawan (Yogyakarta), Mufitri Widyana (Surabaya), Fahrul Satrian (Bandung), Susi Sundari (Jakarta), Revie Pitono (Jakarta), Fahrizal (Surabaya), dan Jeny Windharti (Jakarta).

"Bertepatan dengan hari Pahlawan tahun ini, kami menominasikan mereka sebagai Pahlawan Ekonomi Digital versi Lazada dan menghadiahkan perjalanan ke kantor Alibaba," ujar Chief Marketing Officer Lazada Indonesia, Achmad Alkatiri, dalam siaran persnya, Selasa 14 November 2017.

Menurut dia, Lazada terus berkomitmen mendukung kemajuan industri UMKM agar dapat terus maju dan memberi kontribusi untuk perekonomian daerah.

Salah satu nominasi, Susi Sundari, pemilik toko 'Kayla Ndut' yang sudah bergabung dengan Lazada sejak 2014 lalu, sangat peduli akan edukasi anak-anak Indonesia.

"Saya ingin supaya anak Indonesia menjadi anak yang cerdas, kreatif dan dapat berinteraksi dengan sesama. Saya ingin memperkenalkan mainan edukasi ke seluruh Indonesia. Dengan adanya Lazada cita-cita saya untuk memperkenalkan mainan tersebut mulai terwujud," jelas Susi.

Oleh karena itu, Achmad berharap, kisah Susi Sundari dapat memberikan inspirasi kepada lebih banyak pelaku UKM dan entrepreneur untuk terus berusaha, tidak menyerah dalam mengembangkan usahanya dan terus berkarya demi Indonesia.


(AHL)

Pemerintah Masih Godok Pembentukan <i>Holding</i> BUMN Jasa Keuangan

Pemerintah Masih Godok Pembentukan Holding BUMN Jasa Keuangan

4 hours Ago

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih menggodok pembentukan holding BUMN di sektor …

BERITA LAINNYA