Jokowi Minta Pengembang Kawasan Industri Tiru Konsep JIIPE

Annisa ayu artanti    •    Jumat, 09 Mar 2018 18:06 WIB
jiipeKawasan Terpadu JIIPE
Jokowi Minta Pengembang Kawasan Industri Tiru Konsep JIIPE
Presiden Joko Widodo. (FOTO: ANTARA/Zabur Karuru)

Gresik: Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengapresiasi investor Kawasan Industri Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur karena mengajak santri dalam mengembangkan kawasan industri.

"Saya menghargai bahwa PT JIIPE juga bekerja sama dengan pondok pesantren. Saya sangat menghargai itu," ungkap Jokowi di kawasan industri JIIPE, Gresik, Jawa Timur, Jumat, 9 Maret 2018.

JIIPE membuat program penciptaan lapangan kerja melalui sinergi investasi dengan pondok pesantren tahun sejak 2015 lalu. Pondok Pesantren Khomaruddin salah satu pesantren yang akan menyerap sekitar 60 ribu tenaga kerja secara langsung.

Jokowi meminta, perusahaan-perusahaan yang berada di kawasan industri JIIPE atau yang mengembangkan kawasan industri di daerah lain mencontoh program yang dibuat JIIPE.

"Saya minta para pimpinan perusahaan yang lain, cara kerja sama yang dilakukan JIIPE ini bisa difotokopi," ucap dia.

Menurutnya, program yang dibuat JIIPE ini merangkul masyarakat yang ada di sekitar kawasan industri. Lalu kepada pemimpin pondok pesantren, Jokowi juga meminta memberikan masukan sumber daya manusia (SDM) seperti apa yang ada di pondok tersebut yang bisa berguna untuk pengembangan kawasan industri.

"Tanyakan kepada pesantren SDM apa yang siap di sana, ambil semuanya," ujar Jokowi.

Jika SDM yang ada di pesantren belum siap, Jokowi menambahkan kepada para pengembang kawasan industri untuk memberikan training dan sekolah vokasi. Sehingga paska lulus sekolah bisa langsung memanfaatkan ilmu di kawasan industri itu.

"Kalau belum siap latih mereka. Berikan training vokasional training dan pelagihan pelatihan yang lainnya, komputer entah mengoperasikan mesin modern," imbuh dia.

Selain mengajak para santri, Jokowi juga menyinggung supaya mengikut sertakan para Usaha Kecil Mikro (UKM) yang berada di wilayah industri. Jokowi ingin pemerataan perekonomian terjadi. Bukan hanya untuk pelaku bisnis tetapi juga untuk masyarakat.

"Jangan sampai yang besar, besar sendiri. Yang kecil juga ditarik. Yang sedang juga ditarik. Ini lah ekonomi Pancasila yang ingin kita ingin kembangkan," kata Jokowi.

"Tidak ada ruginya narik yang kecil. Tidak ada ruginya narik yang tengah karena itu akan menumbuhkan ekonomi lokal, ekonomi daerah," pungkas Jokowi.

 


(AHL)