JK Sebut Indonesia Terlambat Kembangkan Ekonomi Syariah

Eko Nordiansyah    •    Kamis, 09 Nov 2017 22:21 WIB
bank indonesiaekonomi syariah
JK Sebut Indonesia Terlambat Kembangkan Ekonomi Syariah
Wakil Presiden Jusuf Kalla di agenda ISEF 2017. (FOTO: MTVN/Eko Nordiansyah)

Surabaya: Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menyebut jika pengembangan ekonomi syariah di Indonesia terlambat dibandingkan dengan negara lain. Hal ini bisa dilihat dari pangsa pasar keuangan syariah yang baru menyentuh level lima persen dari total keseluruhan sistem keuangan.

"Memang kita punya keterlambatan dalam ekonomi syariah. Kita baru lima persen, di Malaysia sudah 22 persen seluruh sistem keuangannya dijalankan dengan ekonomi syariah," kata dia dalam acara Indonesia Shari'a Economic Festival (ISEF) 2017 di Grand City Convention Center, Surabaya, Kamis 9 November 2017.

Bukan hanya negara yang mayoritas penduduknya beragama islam, namun ekonomi syariah juga telah berkembang di negara lain. Sebut saja di Inggris yang saat ini justru menjadi pusat kajian sistem keuangan syariah dunia.

Dirinya menambahkan, kekuatan sistem ekonomi syariah dinilai tidak hanya lebih baik dibandingkan dengan sistem konvensional. Ini terbukti dengan sistem ekonomi Islam yang tidak pernah terdampak dari krisis, bahkan tidak pernah menjadi sumber dari krisis.

"Karena dalam pengalaman krisis ekonomi beberapa kali, sistem ekonomi islam tidak pernah krisis. Karena tidak diperbolehkan spekulasi, selalu ada basis transaksinya," jelas dia.

Menurutnya, sistem ekonomi Islam tak pernah mengalami krisis lantaran dalam sistem tersebut tidak diperbolehkan spekulasi. Setiap kegiatan pun harus ada basis transaksinya, dan tidak boleh menjual sesuatu yang belum jelas.

"Karena itu tidak pernah ada krisis yang ada di bank syariah. Kalau bank syariah majunya tersendat ya banyak, tapi tergantung kita semuanya," pungkas JK.


(AHL)