Kementan Gelar Inseminasi Buatan Massal di Malaka

Gervin Nathaniel Purba    •    Jumat, 13 Oct 2017 10:09 WIB
berita kementan
Kementan Gelar Inseminasi Buatan Massal di Malaka
Sapi di Kabupaten Malaka, NTT. Foto: Metrotvnews.com/Gervin N. Purba

Metrotvnews.com, Malaka: Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) melakukan kawin suntik atau inseminasi buatan (IB) pada sapi milik peternak di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan I Ketut Diarmita mengatakan pelaksanaan kegiatan IB massal di Kabupaten Malaka ini ditujukan agar sapi peternak menjadi bunting.

Ia menjelaskan, kegiatan IB massal dalam gebyar siwab ini juga dimaksudkan agar petugas dan peternak termotivasi dalam pelaksanaan upaya khusus sapi indukan wajib bunting (Upsus Siwab) yang salah satunya melalui penerapan teknologi IB.

"NTT merupakan salah satu produsen sapi potong yang mensuplai kebutuhan daging sapi di wilayah Jabodetabek, namun dalam hal pelayanan IB, NTT merupakan salah satu daerah introduksi, yang sebagian besar wilayahnya baru diperkenalkan teknologi IB," kata Ketut di Desa Motamasin, Kabupaten Malaka, NTT, Jumat 13 Oktober 2017.

Klik: Malaka Berpotensi Menjadi Sentra Produksi Bawang Merah

Ketut menambahkan, ketergantungan anakan hasil dari kawin alam masih sangat tinggi karena hampir seluruh sistem pemeliharaan ternak sapi dan kerbau di NTT dengan cara dilepaskan. Hal ini perlu menjadi perhatian bersama, karena dengan sistem kawin alam yang tidak terprogram akan terjadi in breeding (kawin sedarah), sehingga terjadi penurunan mutu genetik pada ternak yang terlihat dari performa sapi-sapi yang lebih kecil.

Selain untuk meningkatkan mutu genetik ternak, lanjut Ketut, IB pada ternak sapi merupakan salah satu upaya penerapan teknologi tepat guna untuk peningkatan populasi. "Melalui kegiatan IB, penyebaran bibit unggul ternak sapi dapat dilakukan dengan murah, mudah, dan cepat, serta diharapkan dapat meningkatkan pendapatan para peternak," ungkapnya.

Berdasarkan data kumulatif dari Januari sampai 10 Oktober 2017, capaian IB di NTT sebesar 35.505 ekor atau 24,15 persen dari target 146.965 ekor. Sedangkan capaian kebuntingan ternak di NTT di angka 79.071 ekor atau 94,39 persen dari target 83.770 ekor yang berasal dari kawin alam.

"Capaian pelaksnaan IB di NTT masih perlu menjadi perhatian besar bagi kita semua. Dinas Peternakan Provinsi utamanya Dinas Kabupaten secara aktif diharapkan dapat menjadi motor penggerak di tingkat lapangan," pungkasnya.

Klik: Malaka dan Belu Diharap Menjadi Sumber Pangan Timor Leste
 


(TRK)