Pengamat: Monopoli BUMN atau Swasta yang Penting Untungkan Masyarakat

Suci Sedya Utami    •    Sabtu, 07 Oct 2017 13:47 WIB
bumnkementerian bumn
Pengamat: Monopoli BUMN atau Swasta yang Penting Untungkan Masyarakat
Ilustrasi Gedung BUMN. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia (UI) TM Zakir Machmud menyatakan tak penting dalam pandangannya siapa yang lebih mendominasi bisnis di Indonesia, apakah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau swasta.

Bagi akademisi seperti dirinya yang lebih banyak berkaitan dengan teori, siapapun yang memonopoli kegiatan usaha yang terpenting yakni bisa dirasakan oleh masyarakat secara menguntungkan.

"Kalau dari kami selama itu bisa dijalankan dengan profesional efisien masyarakat juga menikmati keuntungannya, itu pemainnya enggak penting siapa," kata Zakir dalam sebuah diskusi bertajuk monopoli BUMN di Gado-Gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu 7 Oktober 2017.

Dirinya mengatakan sebenarnya peran BUMN lahir ketika Indonesia baru merdeka dan belum merdeka, di mana kala itu swasta belum ada. Namun lama-lama ekonomi berkembang dan swasta tumbuh bahkan beberapa tahun lalu arahnya swasta mendominasi dan lebih berperan banyak.

Barulah beberapa tahun ke belakang ada tren pembalikan yang mana BUMN kembali unjuk gigi. Dia mengatakan, ada tren seperti di Tiongkok yang BUMNnya dipandang sangat kuat. Dirinya menyadari hal ini memang karena ada penugasan terutama bagi BUMN karya. Apalagi diketahui saat ini pemerintah tengah fokus dalam membangun infrastruktur.

Namun demikian, lanjut Kepala UKM Center FEB UI ini, di sisi lain, ada juga BUMN yang dianggap masih di bawah dan belum terlalu dikembangkan sehingga manfaatnya bagi masyarakat dinilai kurang. Lebih jauh, dia bilang terutama di sektor riil, di industri manufaktur seperti BUMN yang mengurusi gula, kebutuhan pokok dan lain sebagainya. Harga gula yang meningkat menunjukkan bahwa BUMN tersebut belum menjalankan fungsinya dengan baik.

"Kalau ngomongin efisiensi dan sebagainya, misal industri riil, banyak BUMN yang kurang hasil itu menimbulkan masalah ke belakang, kenapa yang begini enggak diperbaiki?" tanya dia.


(AHL)