Defisit BPJS Jangan jadi Kendala bagi Masyarakat

Suci Sedya Utami    •    Senin, 04 Dec 2017 18:24 WIB
bpjs kesehatan
Defisit BPJS Jangan jadi Kendala bagi Masyarakat
Menkeu Sri Mulyani. MI/Susanto.

Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati terus melakukan review terhadap kondisi keuangan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang mengalami kerugian atau defisit hingga Rp9 triliun.

Ani sapaan akrabnya mengatakan, BPJS Kesehatan harus memperbaiki tata kelola atau managemennya dalam menjalankan tugas sebagai pihak yang mengelola dana jaminan sosial untuk kepentingan kesehatan serta iuran dari para peserta BPJS Kesehatan.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengatakan, masalah defisit BPJS Kesehatan jangan sampai menjadi penghalang bagi masyarakat untuk mendapat akses kesehatan.

"Kita  lakukan review dan assurance dan BPJS enggak boleh menjadi kendala masyarakat mendapatkan layanan kesehatan secara baik," kata Ani di Kemenkeu, Jakarta Pusat, Senin, 4 Desember 2017.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengatakan dalam melayani dan meng-cover peserta dalam jumlah banyak diakui Ani akan mempengaruhi jumlah tagihan atau klaim yang meningkat. Oleh karenanya, tata kelola yang baik dibutuhkan untuk membuat keuangan yang sehat.

Selain itu, kata Ani, partisipasi Pemerintah Daerah (Pemda) juga perlu ditingkatkan. Sebab, Pemda merupakan pihak yang mendorong warganya untuk masuk dalam BPJS Kesehatan

"Tentu Pemda memiliki kewajiban untuk ikut berpartisipasi apakah itu menanggung dari sisi iurannya maupun tata kelola untuk menghindarkan  fraud atau berbagai macam moral hazard," tutur dia.

Sementara itu, dalam menyelesaikan masalah kerugian BPJS Kesehatan, Kementerian Keuangan telah mengalokasikan dana cadangan dalam APBNP 2017 sebesar Rp3,6 triliun dan telah dicairkan pada akhir November kemarin.

Adapun sisanya, sebesar Rp5 triliun yakni akan ditutup melalui dana bagi hasil (DBH) cukai hasil tembakau atau cukai rokok yang bersifat prefentif atau mencegah.

"Jadi sebetulnya kalau digunakan sekarang ini untuk menambal defisit, dia (DBH cukai rokok) seharusnya berbentuk temporary, maka mereka harus mampu memfokuskan pada prefentif yakni menciptakan gaya hidup karena itu yang akan menimbulkan biaya kesehatan yang lebih rendah," pungkas dia.


(SAW)

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

1 day Ago

Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya pada Rabu wa…

BERITA LAINNYA