BKPM Apresiasi Inisiatif Investasi Sawit yang Ramah Lingkungan

Arif Wicaksono    •    Senin, 24 Aug 2015 17:26 WIB
investasi hijau
BKPM Apresiasi Inisiatif Investasi Sawit yang Ramah Lingkungan
illustrasi kelapa sawit . ANTARA FOTO/Sahrul Manda Tikupadang

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani menyatakan apresiasinya terhadap peluncuran tim manajemen dan program prioritas Indonesia Palm Oil Pledge (IPOP), karena dapat mentransformasikan investasi di sektor kelapa sawit ke arah investasi hijau (green investment) yang ramah lingkungan.

Menurut Franky, strategi inisiatif IPOP dapat mendorong keberlanjutan industri sawit di masa mendatang, sekaligus berkontribusi terhadap penyelamatan lingkungan, sejalan dengan tuntutan pasar global yang kian menghendaki produk kelapa sawit yang berkelanjutan dan nir-deforestasi.

"Inisiatif IPOP ini akan mendorong pola bisnis sektor kelapa sawit untuk lebih menekankan kepada peningkatan produktivitas dibandingkan kepada pembukaan lahan baru. Terlebih kelapa sawit merupakan salah satu komoditas paling menguntungkan di Indonesia, dengan nilai ekspor lebih dari USD15 miliar setiap tahun, berkontribusi tiga persen terhadap GDP serta mampu menyerap sekitar empat juta orang tenaga kerja di Indonesia,” jelas Franky saat memberi sambutan dalam acara peluncuran Tim Manajemen Indonesia Palm Oil Pledge (IPOP), di Jakarta, hari ini (24/8/2015).

Lebih lanjut Franky menjelaskan untuk mendorong industri perkebunan dan pengolahan kelapa sawit, BKPM sendiri menjadikan sektor tersebut menjadi salah satu prioritas pemasaran investasi sebagai bagian dari industri berorientasi ekspor.

Sedangkan, guna meningkatkan iklim investasi, BKPM melalui melalui PTSP Pusat, telah melakukan penyederhanaan dan percepatan perizinan di sektor perkebunan, dari 615 hari dengan 20 prosedur izin menjadi 212 hari dengan 12 prosedur izin.

Franky menambahkan, pemerintah juga sudah berupaya untuk meningkatkan investasi sektor kelapa sawit dengan menetapkan 4 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) bagi pengembangan industri pengolahan kelapa sawit yaitu KEK Sei Mangkei yang terletak di Provinsi Sumatera Utara (dengan luas ±2.002 Ha), KEK Tanjung Api-Api yang terletak di Provinsi Sumatera Selatan (dengan luas ±2.030 Ha), KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan yang terletak di Provinsi Kalimantan Timur (dengan luas 2 ±557 Ha), serta KEK Morotai yang terletak di Provinsi Maluku Utara (dengan luas ±1.101 Ha).

“Melalui upaya ini, kami yakin prospek investasi sektor kelapa sawit masih cukup bagus di masa mendatang. Menurut catatan BKPM, dalam kurun waktu 2010 hingga 2014, nilai realisasi investasi asing pada sektor industri pengolahan kelapa sawit di Indonesia tumbuh rata-rata 195 persen sementara pada sektor perkebunan kelapa sawit tumbuh rata-rata 38 persen,” ujar Franky.


(SAW)


Komentar Menperin soal Sariwangi Pailit

Komentar Menperin soal Sariwangi Pailit

19 hours Ago

Bangkutnya PT Sariwangi Agricultural Estates Agency (Sariwangi AEA) dan anak usahanya yaitu PT …

BERITA LAINNYA