Hanya 11,81% Masyarakat Indonesia Manfaatkan Asuransi

Eko Nordiansyah    •    Senin, 17 Oct 2016 17:17 WIB
asuransi
Hanya 11,81% Masyarakat Indonesia Manfaatkan Asuransi
Ilustrasi Edukasi Keuangan. MI/RAMDANI.

Metrotvnews.com, Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut, tingkat utilitas asuransi rakyat Indonesia masih rendah. Tercatat baru 11,81 persen dari masyarakat di Indonesia yang sudah memanfaatkan asuransi. Kondisi ini memberikan ruang untuk pertumbuhan industri tersebut di masa mendatang.

"Masih ada potensi pasar sebesar 88,19 persen untuk dapat mencapai Indonesia yang lebih terproteksi," kata Deputi Komissioner Industri Keuangan Non-Bank OJK, Edy Setiadi di kantor AAJI, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (17/10/2016).

Inklusi keuangan, lanjut dia, menjadi salah satu kebijakan pemerintah dalam mendorong pembangunan nasional, sebagaimana tertuang dalam Perpres Nomor 82 Tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI). Melalui SNKI tersebut, pemerintah bersama lembaga terkait sepakat untuk mendorong upaya peningkatan inklusi masyarakat ke sektor jasa keuangan dengan target 75 persen pada akhir 2019.

baca : Kurang Edukasi, Asuransi Kurang Direspons Masyarakat

"Peran industri perasuransian dalam pembangunan nasional perlu terus didorong agar mampu berpartisipasi aktif mewujudkan perekonomian nasional yang mampu tumbuh secara stabil dan berkelanjutan. Rangkaian kegiatan dalam perayaan Hari Asuransi ke-11 sejalan dengan cita-cita dalam mewujudkan industri perasuransian yang semakin sehat, dapat diandalkan, amanah, dan melindungi kepentingan konsumen," jelas dia.

Selain itu, dengan diadakannya Hari Asuransi tahun ini diharapkan dapat semakin mendukung terwujudnya keuangan inklusif dalam mendorong ketersediaan akses dan layanan keuangan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

"OJK akan terus mendukung ragam program yang dijalankan panitia Insurance Day karena sejalan dengan tugas OJK dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan keuangan,  di mana salah satu caranya adalah dengan memiliki polis asuransi," pungkasnya.


(SAW)