Sweeping Kawasan Industri, Pengusaha Ancam Laporkan Buruh ke Polisi

Husen Miftahudin    •    Selasa, 29 Nov 2016 20:42 WIB
unjuk rasa
<i>Sweeping</i> Kawasan Industri, Pengusaha Ancam Laporkan Buruh ke Polisi
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani. FOTO ANTARA / Widodo S. Jusuf.

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengancam akan melaporkan buruh dan serikat pekerja yang melakukan sweeping saat aksi unjuk rasa pada 2 Desember 2016. Aksi unjuk rasa tersebut bertepatan dengan demo Aksi Bela Islam yang dilakukan oleh ormas keagamaan.

Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani mengungkapkan, demo yang dilakukan serikat pekerja tersebut adalah terkait Peraturan Pemerintah Nomor 78 tahun 2015 tentang Pengupahan. Sementara Aksi Bela Islam terkait dengan dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh calon Gubernur DKI Jakarta Basuki 'Ahok' Tjahja Purnama.

"Kami mendapatkan informasi bahwa dari teman-teman serikat pekerja akan melakukan unjuk rasa dengan tema terkait PP 78. Kita tidak mengetahui bagaimana menjadi dua isu jadi satu. Tentu aparat keamanan yang tahu," ujar Hariyadi di Menara Kadin Indonesia, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (29/11/2016).

Sebelumnya, pada 24 November 2016, para buruh melakukan sweeping di salah satu kawasan industri di Tangerang, Banten. Mereka menarik para pekerja untuk mengikuti demo di kantor gubernur. 18 perusahaan yang merasa dirugikan akibat aksi sweeping kemarin telah melaporkan hal tersebut kepada pihak yang berwajib.

"Melihat kenyataan itu maka kami harus antisipasi. Bahwa kami menginginkan hal terkait pelanggaran atas yang dimiliki kami itu diproses secara hukum," imbuh dia.

Untuk mencegah hal serupa terjadi, Hariyadi mengimbau agar buruh yang berencana melakukan unjuk rasa juga menghargai hak pekerja yang memang ingin tetap bekerja. Jangan sampai ada upaya untuk menutup kawasan industri seperti yang terjadi sebelumnya.

"Itu kan sudah masuk objek vital. Aparat keamanan harus menjaga hak kita itu. Karyawan tidak bisa masuk lalu didemo dan ikut kesana. Karyawan kita juga ingin melakukan hal yang produktif. Isu Ahok sudah dingin, jangan sampai mengganggu," tegas Hariyadi.


(SAW)

Warga Kulit Hitam Gelar Demo Anti Trump

Warga Kulit Hitam Gelar Demo Anti Trump

1 day Ago

Suara sumbang kemenangan Donald Trump dalam Pilpes AS kembali terjadi. Ratusan warga kulit hita…

BERITA LAINNYA