Menteri Bambang: Pembangunan MRT Kurangi Kemacetan di Jakarta

Dian Ihsan Siregar    •    Selasa, 21 Mar 2017 07:23 WIB
mrtproyek mrt
Menteri Bambang: Pembangunan MRT Kurangi Kemacetan di Jakarta
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro (ANTARA FOTO/Fanny Octavianus)

Metrotvnews.com, Jakarta: M‎enteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang PS Brodjonegoro menegaskan bahwa pembangunan Mass Rapid Transportation (MRT) di Jakarta bukan untuk gagah-gagahan atau sekadar membuat Jakarta sejajar dengan kota-kota besar lainnya di dunia.

Namun yang lebih penting dari itu, lanjut mantan Menteri Keuangan ini, pembangunan MRT merupakan titik awal dari upaya pemerintah yang secara serius mengurai dan mengurangi kemacetan di Jakarta sebagai salah satu kota termacet di dunia.

"Se‎benarnya solusi untuk mengatasi kemacetan itu banyak alternatifnya. Namun yang paling penting adalah perbaikan sistem transportasi massal," kata Bambang Brodjonegoro, ‎‎dalam siaran persnya, di Jakarta, Selasa 21 Maret 2017.

Pembangunan MRT, lanjut Bambang, menjadi bagian dari upaya memperbaiki sistem transportasi massal. Jika pembangunan MRT sudah rampung maka diharapkan warga Jakarta turut mendukung dengan cara meninggalkan kendaraaan pribadi dan beralih ke transportasi massal.

Sehingga, masih kata Bambang, situasi dan kondisi itu dapat mengurangi kemacetan dan dan menjadikan kegiatan aktivitas sehari-hari lebih produktif dan lebih efisien. Bagi Bambang, keberadaan MRT tidak sekadar alat transportasi, tapi juga sarana pendorong pengembangan dan aktivitas ekonomi di Jakarta.

Bambang mengatakan, banyak yang berpendapat di sebagian besar kota-kota di dunia, pengoperasian MRT termasuk pembangunannya, memang harus mendapat dukungan penuh  pemerintah. "Artinya, pemerintah mengambil porsi terbesar untuk mengalokasikan anggaran. Apakah dari anggaran internal atau mengusahakannya dari pinjaman-pinjaman," jelas Bambang.

Salah satu best practice pengelolaan MRT yang bisa dijadikan benchmark, kata Bambang, adalah Hong Kong. Pengelolaan dan pengembangan MRT di Hong Kong bisa dibiayai oleh kegiatan MRT sendiri dengan cara menggandeng para pemilik properti di seputar rel melalui konsep Transit Oriented Development (TOD).

"Setiap stasiun MRT di Hong Kong, tidak hanya mengakomodir pusat perbelanjaan, tapi juga dibangun properti seperti perumahan, baik perumahan kelas menengah, kelas atas maupun bentuk-bentuk properti seperti low cost housing yang bisa mendatangkan pemasukan," jelas Bambang.

Dari pemasukan itulah MRT Hong Kong membiayai kegiatan operasionalnya sendiri. "Bahkan laporan akhir yang saya dengar, mereka mendapatkan untung dan levelnya sudah triliunan rupiah," jelas Bambang. 


(ABD)