Anggota DPR Ingin Perluas Potensi Objek Bea Cukai

   •    Selasa, 18 Apr 2017 23:52 WIB
bea cukai
Anggota DPR Ingin Perluas Potensi Objek Bea Cukai
Illustrasi (ANT/Andika Wahyu).

Metrotvnews.com, Jakarta: Anggota Komisi XI DPR Heri Gunawan menginginkan Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan untuk dapat memperluas potensi objek bea cukai sehingga juga dapat bermanfaat dalam rangka menambah penerimaan negara.

"Pemerintah perlu memikirkan dan mengambil langkah-langkah ekstensifikasi cukai seluas-luasnya," kata Heri Gunawan di Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa 18 April 2017.

Menurut dia, selama ini penerimaan cukai masih terbatas pada sejumlah komoditas dan data menunjukkan bahwa penerimaan dari sejumlah barang tersebut ada yang cenderung mengalami penurunan.

Dia  juga mengingatkan bahwa hingga Maret 2017, penerimaan cukai baru mencapai Rp6,9 triliun dari target APBN sebesar Rp157 triliun atau baru mencapai 4,4 persen.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan akan fokus pada pengembangan Pusat Logistik Berikat (PLB) untuk mendorong pelayanan kepada pelaku usaha serta menekan biaya logistik yang dirasakan masih terlalu tinggi.

"Review PLB dalam setahun terakhir menunjukkan kinerja positif, baik dari sisi bisnis maupun dukungan kepada industri. Kami lanjutkan pada fase berikutnya, meliputi tiga area pengembangan," kata Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi.

Heru mengatakan, tiga area pengembangan yang akan dilakukan otoritas Bea Cukai untuk mendorong optimalisasi PLB itu, antara lain dengan meningkatkan jumlah komoditas maupun bahan baku yang bisa masuk dalam kawasan tersebut dan meningkatkan jumlah PLB tidak hanya terbatas di wilayah Jawa dan Sumatera.

Selain itu, ujar dia, optimalisasi juga didorong dengan mengembangkan area bisnis baru melalui penyediaan barang PLB dengan sistem e-Dagang seperti pelayanan di kawasan ekonomi Shenzhen, China.

"Barang yang dikumpulkan dari pelosok daerah dan didatangkan dari luar negeri, didistribusikan kembali ke seluruh daerah, menggunakan 'e-Commerce'. Jadi tidak hanya berhenti di bisnis bersifat konvensional, tapi berkembang ke bisnis modern," kata Heru.

Pembentukan PLB merupakan salah satu amanat dari penerbitan paket kebijakan ekonomi jilid dua untuk menekan biaya logistik dan mendorong efisiensi kinerja perdagangan nasional. PLB juga telah dinilai sebagai implementasi paket kebijakan ekonomi yang paling berhasil, katanya.

Saat ini terdapat 34 PLB yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan jenis barang timbun yang berbeda-beda seperti bahan baku untuk otomotif, tambang dan minyak, gas, alat berat, industri kecil dan menengah, pertahanan, bahan kimia, komoditas, personal care, tekstil dan pesawat terbang.

Dalam setahun terakhir, tercatat nilai barang yang disimpan di gudang PLB mencapai Rp1,16 triliun, berasal dari 20 perusahaan penyuplai internasional, 34 perusahaan distribusi internasional, dan 97 perusahaan distribusi lokal, dengan rata-rata lead time 1,8 hari.

PLB yang dibentuk sejak Maret 2016 juga telah memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara, dengan jumlah bea masuk mencapai Rp10,28 miliar, PPh impor pasal 22 sebesar Rp27,13 miliar, dan PPN impor sebanyak Rp120,09 miliar.


(SAW)