Mendag Kirim Bantuan Bahan Pokok ke Sejumlah Provinsi di Indonesia

Amaluddin    •    Kamis, 20 Apr 2017 06:55 WIB
sembako
Mendag Kirim Bantuan Bahan Pokok ke Sejumlah Provinsi di Indonesia
Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita bersama Gubernur Jawa Timur Soekarwo secara simbolis melepas pengiriman bantuan bahan pokok ke sejumlah Provinsi di Indonesia,. MTVN/Amaludin.

Metrotvnews.com, Surabaya: Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita bersama Gubernur Jawa Timur Soekarwo secara simbolis melepas pengiriman bantuan bahan pokok ke sejumlah Provinsi di Indonesia, di salah satu hotel di Jalan Mayjend Sungkono, Surabaya, Rabu, 19 April 2017. Sebanyak 66 ton beras dan 22 ton gula dikirim ke Papua, NTT dan Kalimantan Timur menggunakan enam truk kontainer.

"Ini saatnya pemerintah hadir di tengah-tengah masyarakat. Dengan tersedianya dan berlebih stok bahan pokok di Jatim ini, maka tidak ada alasan terjadi gejolak harga menjelang hari besar keagamaan (Lebaran 2017)," kata Menteri asal Partai NasDem itu.

Dengan adanya stok sembako ini, Enggar mengingatkan kepada Gubernur, Bupati/Walikota untuk benar-benar mengawasi posisi stok barang dan perkembangan harga di daerah menjelang hari raya.

"Kami sudah mengeluarkan Permendag Nomor 20 Tahun 2017 mengenai kewajiban dari seluruh distributor, sub distributor, dan agen bahan pokok makanan untuk mendaftar secara online dan manual. Mereka juga wajib melaporkan stok yang mereka miliki. Nanti akan kami teruskan sampai ke provinsi dan kab kota," kata Enggar.

Menurut Enggar, Jatim adalah lumbung pangan nasional. Karena itu, ia berharap Jatim mampu dan dapat menyuplai sembako ke beberapa daerah yang masih kekurangan. "Nanti kami harap secara real time tiap daerah mengirim posisi real stock, sehingga kita bisa isi beberapa daerah yang kekurangan stok," katanya.

Selain itu, lanjut Enggar, Kementerian Perdagangan terus melakukan upaya mengantisipasi kenaikan harga bahan pokok menjelang Ramadan dan Lebaran 2017. Di antaranya mengadakan rakor dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan di masing-masing provinsi di Indonesia.

"Kami juga rapat koordinasi dengan Kementerian Perhubungan terkait distribusi barang, serta melakukan optimalisasi penyerapan dan distribusi cabai dan bawang merah," pungkas dia.


(SAW)