Mahalnya Beras RI karena Ongkos Produksi Padi Tinggi

Eko Nordiansyah    •    Senin, 10 Jul 2017 20:18 WIB
beras
Mahalnya Beras RI karena Ongkos Produksi Padi Tinggi
Illustrasi (ANT/Trisnadi).

Metrotvnews.com, Jakarta: Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai jika salah satu penyebab mahalnya harga beras di Indonesia adalah biaya produksi padi yang tinggi. Dibandingkan dengan beberapa negara ASEAN, biaya produksi Indonesia mencapai Rp4.079 untuk 1 kilogram (kg).

Ekonom Indef Bustanul Arifin mengatakan, biaya tersebut dua kali lipat dibandingkan dengan biaya di Vietnam. Data The International Rice Research Institute (IRRI) 2016, produksi 1 kg padi Vietnam yang hanya sebesar Rp1.679.

"Setelah diidentifikasi itu karena upah buruh sangat besar. Jadi sekarang di lapangan itu mencari tenaga kerja untuk bertani itu sulit," kata dia di Kantor Indef, Jakarta Selatan, Senin 10 Juli 2017.

Dirinya menambahkan, upah buruh di Indonesia untuk pekerjaan 1 kg padi sebesar Rp1.115, sementara Vietnam Rp120/kg. Selain itu, biaya panen dan biaya pemeliharaan per 1 kg padi di Indonesia juga lebih tinggi, yaitu mencapai Rp1.367 per kg.

"Ditambah lagi industri penggilingan beras yang tidak efisien. Oleh karena itu kalau pemerintah combine dengan pre harvester sudah benar, tapi memang prasyaratnya yang harus dipenuhi," jelas dia.

Selain lebih mahal dibandingkan Vietnam, dirinya menyebut biaya produksi padi Indonesia lebih mahal dibandingkan Thailand, India, Filipina, Tiongkok. Di Thailand biaya produksinya hanya Rp2.291, di India sebesaf Rp2.306, di Filipina sebesar Rp3.224, dan biaya produksi padi per 1 kg di Tiongkok sekitar Rp3.661.



(SAW)