Penurunan Suku Bunga BI dan LPS Berdampak Positif bagi Kredit

Eko Nordiansyah    •    Jumat, 15 Sep 2017 16:34 WIB
kredit
Penurunan Suku Bunga BI dan LPS Berdampak Positif bagi Kredit
Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Dodi Budi Waluyo. (FOTO: MTVN/Desi Angriani)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) meyakini jika penurunan suku bunga perbankan akan lebih baik. Hal ini karena suku bunga acuan BI 7 day reverse repo rate serta penurunan suku bunga Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Saat ini suku bunga acuan dari BI tercatat sebesar 4,5 persen atau turun dari sebelumnya 4,75 persen sejak akhir tahun lalu. Sementara itu suku penjaminan (LPS rate) sebesar 25 bps yang mulai berlaku efektif sejak 15 September 2017 sampai dengan 14 Januari 2018.

"Kita untuk kredit tetap melihat (dampak penurunan suku bunga) pasti akan positif," kata Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Dodi Budi Waluyo ditemui di Kompleks BI, Jakarta Pusat, Jumat 15 September 2017.

Dirinya menambahkan, dampak penurunan suku bunga acuan kepada penurunan suku bunga kredit bank membutuhkan dua hingga tiga kuartal. Untuk itu, penurunan suku bunga ini diharapkan dapat terealisasi untuk pertumbuhan kredit 2018.

"Perhitungan kita, proyeksi kita akan terjadi di 2018 pertumbuhan, termasuk kredit juga akan lebih ekspansif," jelas dia.

Berdasarkan data BI, per Juli 2017 rata-rata suku bunga kredit perbankan tercatat sebesar 11,73 persen atau turun empat bps dari bulan sebelumnya. Penurunan ini dinilai lebih lambat dibandingkan dengan penurunan suku bunga acuan sebesar 175 bps sejak awal Januari 2016.

Sampai dengan Juli 2017, pertumbuhan kredit perbankan tercatat 8,20 persen atau naik dari 7,75 persen. Sementara itu pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) adalah 9,73 persen atau turun dari 10,30 persen pada kuartal II 2017.

Untuk 2018, bank sentral meyakini jika intermediasi perbankan akan lebih tinggi dengan perkiraan pertumbuhan kredit sebesar 10 sampai dengan 12 persen. Sedangkan DPK diprediksi tumbuh sebesar sembilan sampai 11 persen.

 


(AHL)