OJK Harus Pantau Detail Aturan di Perusahaan Asuransi

Dian Ihsan Siregar    •    Sabtu, 30 Sep 2017 14:38 WIB
ojkasuransiallianz
OJK Harus Pantau Detail Aturan di Perusahaan Asuransi
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Septianda Perdana)

Metrotvnews.com, Jakarta: Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengatakan PT Asuransi Allianz Life Indonesia telah melanggar undang-undang (UU) Perlindungan Konsumen. Maka dari itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) harus turun langsung dalam meninjau ulang perjanjian di perusahaan asuransi.

Ketua Harian YLKI Tulus Abadi mengungkapkan perusahaan asuransi memiliki perjanjian yang harus disepakati dengan pihak pemegang polis. Tapi, tidak semua perusahaan asuransi mempunyai klausul perjanjian yang sama.

Sehingga, tambah Tulus, harus ada standarisasi perjanjian yang diterapkan di perusahaan asuransi. "‎Jadi fungsi OJK melindungi konsumen. Ini jadi entry point‎ bagi OJK untuk mengkaji perjanjian dasar asuransi itu," ungkap Tulus di Warung Daun, Jakarta Pusat, Sabtu 30 September 2017.

Baca: OJK Bakal Panggil Manajemen Allianz Bahas Penetapan Dirut jadi Tersangka

Terkait kasus Allianz, dia menegaskan, dalam perjanjian polis persyaratan klaim salah satunya harus memberikan catatan medis yang lengkap dan asli dari rumah sakit. Namun demikian, ketentuan ini dikirim melalui surat susulan.

"Kalau ada poin dalam hal ini menyelundupkan aturan selain di polis asuransi dan bentuk pengalihan tanggung jawab, jelas itu merugikan konsumen, dan bisa dipidanakan," jelas Tulus Abadi.

Mantan Ketua Dewan Asuransi-Dosen Asuransi & Manajemen Risiko UI Hotbonar Sinaga menambahkan, perjanjian dasar di sebuah perusahaan asuransi harus dibuat sederhana. Karena, banyak agen asuransi yang tidak menjelaskan detail perjanjian secara spesifik kepada calon pemegang asuransi.

Masyarakat Indonesia, tegas Hotbonar, belum banyak yang mengetahui aturan yang ada di perusahaan asuransi. Sehingga mulai sekarang perjanjian polis asuransi itu harus lebih sederhana dan lengkap.

"Tidak boleh lagi hurufnya kecil-kecil, kalau masih hurufnya kecil-kecil dan agen tidak menjelaskan detail, laporkan ke OJK," cetus Hotbonar.

 


(AHL)