Peran Swasta Juga Diperlukan dalam Membangun Ekonomi Negara

M Studio    •    Selasa, 30 Aug 2016 07:00 WIB
berita bca
Peran Swasta Juga Diperlukan dalam Membangun Ekonomi Negara
Menteri Keuangan RI Sri Mulyani (Foto:Dok.BCA)

Metrotvnews.com, Jakarta: Terjemahan kompetisi, artinya seluruh elemen bangsa harus membantu proses keluarnya bangsa ini dari himpitan perlambatan pertumbuhan ekonomi termasuk pihak swasta.

Kondisi perlambatan pertumbuhan ekonomi, tak hanya dialami oleh Indonesia, melainkan seluruh negara di dunia saat ini. Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, negara-negara di dunia tengah berjuang dengan susah payah untuk keluar dari kondisi perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Seluruh negara, satu sama lain sedang berkompetisi untuk mengarahkan kondisi ekonomi ke arah yang lebih baik. Sri Mulyani bilang, terjemahan kompetisi artinya seluruh elemen bangsa, termasuk pihak swasta, harus membantu proses keluarnya bangsa ini dari himpitan perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Oleh sebab itu, Sri Mulyani menekankan pentingnya peranan masyarakat atau pihak swasta untuk bersama-sama dengan pemerintah melakukan perbaikan keadaan ekonomi Indonesia. Sebab, tidak semua hal dapat dilakukan pemerintah, terlebih dengan keterbatasan dana yang dimiliki.

Peranan masyarakat dan sektor swasta, salah satunya diperlukan dalam pembangunan sektor infrastruktur.

"Prioritas program pemerintah sangat jelas, infrastructure is one of the most powerfull for growth. Infrastruktur memiliki banyak sekali dimensi, salah satunya adalah untuk mengurangi angka kemiskinan, dan untuk meng-addressed (mengurangi) impor. Infrastruktur merupakan faktor penting untuk menopang pertumbuhan ekonomi," ucap Sri Mulyani.
 
Menurut Sri, tanpa pertumbuhan ekonomi, maka tidak mungkin dapat tercipta lapangan kerja dan mengurangi kemiskinan. Untuk memfasilitasi hal ini, pemerintah menggalakkan proyek infrastruktur hingga ke pelosok daerah. Tujuannya, kata Sri, untuk menciptakan interkoneksi sehingga bisa meng-addressed (menyesuaikan masalah importasi.

Peranan swasta dalam pembangunan infrastruktur sangat diperlukan dan dapat dilakukan melalui skema public private partnership (kemitraan swasta publik). Cara ini telah dilakukan oleh pemerintah Tiongkok, sehingga pembangunan infrastruktur di Negeri Tirai Bambu itu berkembang pesat. Dengan keterlibatan pihak swasta, maka akan tercipta sinergi yang baik dalam pembangunan berbagai sektor ekonomi.

Keterlibatan pihak swasta ini, kata Sri Mulyani, bisa melalui peranan aktif pasar modal Indonesia. Sri ingin pasar modal mulai memainkan perannya dalam menyokong pembangunan infrastruktur. Menurutnya, pasar modal dapat menciptakan instrumen, regulasi, dan menjadi jembatan sumber pendanaan.

"Pasar modal Indonesia bisa mulai memikirkan secara aktif, what is your goal to support that program. Pasar modal mempertemukan orang, perusahaan, dan permintaan dari pihak internasional kepada proyek-proyek dalam negeri. Bisakah Anda membantu saya memecahkan masalah tersebut? Akan lebih baik Indonesia punya etalase yang mengerahkan banyak dana untuk membantu program yang sangat penting melalui proses yang efisien dan transparan,” ucap Sri Mulyani.

Selain itu, Sri Mulyani juga meminta meminta pasar modal agar berperan aktif dalam menciptakan pembukaan lapangan kerja demi menyokong pertumbuhan sektor riil. Menurutnya, saat ini, sektor pertambangan dan perdagangan Indonesia lemah, tetapi sektor keuangan bertumbuh sangat cepat.

“Ada segelintir pelaku di sektor keuangan yang menikmati, tapi ada di sektor riil yang ketinggalan. Ini tidak sustain (berkelanjutan). Pasar modal harus menciptakan saluran-saluran, pipa-pipa, agar bisa mendorong pertumbuhan sektor riil,”ujar Sri Mulyani.

Sumber: Website BCA Prioritas


(ROS)