Jajaki Pasar Global, Sido Muncul Bidik Kenaikan Laba 30%

Dian Ihsan Siregar    •    Selasa, 02 Aug 2016 16:18 WIB
sido muncul
Jajaki Pasar Global, Sido Muncul Bidik Kenaikan Laba 30%
Presiden Direktur Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, Irwan Hidayat. (FOTO ANTARA/Noveradika)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) membidik pertumbuhan laba bersih sebesar 30 persen hingga akhir 2016. Perseroan diharapkan bisa meraih laba Rp568,5 miliar, dari porsi laba di akhir 2015 sebesar Rp437,48 miliar.

Sekadar informasi, laba bersih Sido Muncul tercatat sebesar Rp437,48 miliar di akhir 2015, atau naik tipis 4,8 persen dari porsi laba sebesar Rp417,51 miliar di akhir 2014. Kenaikan laba dipengaruhi banyak dari hasil penjualan bersih yang mencapai Rp2,21 triliun, dari porsi penjualan sebelumnya sebesar Rp2,19 triliun di akhir 2014.

‎Presiden Direktur Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, Irwan Hidayat menjelaskan, pertumbuhan laba akan didorong oleh peningkatan penjualan yang diprediksikan meningkat 15 persen menjadi Rp2,53 triliun, dibanding penjualan akhir 2014 sebesar Rp2,21 triliun.

"Targetnya 15 persen untuk peningkatan penjualan. Ya kalau laba mungkin bisa 30 persen meningkatnya," tutur Irwan, d‎itemui pada saat paparan publik dalam acara 'Institutional Investor Day dan Investor Day 2016‎', di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (2/8/2016).

Nantinya, Irwan menyebutkan, peningkatan penjualan akan banyak didapat dari penjualan produk baru yang dikeluarkan, seperti Tolak Linu Mint dan Kuku Bima Energi herbal.

"Penjualan herbal dan supplemen masih akan menjadi penyumbang terbesar terhadap kinerja perseroan tahun ini," tambah Irwan.

Selain itu, peningkatan bisnis juga akan didapatkan dari hasil penjajahan di luar negeri. Manajemen bukan hanya sekadar ekspor, ‎tapi perseroan pun mengincar distributor luar negeri. "Ya memang ekspore itu bagus, tapi dari situ bisa ada banyak permintaan jadi distributor," ungkap Irwan.

Sebanyak 10 negara yang dijajaki oleh Sido Muncul, sambung Irwan, sudah mulai ada permintaan untuk menjadi distributor. "Kita ada di Hong Kong, Singapura, Malaysia, Amerika Serikat, Australia, pokoknya 10 negara. Ada beberapa negara yang tertarik, tapi saya tidak bisa sebutin. Saat ini jumlah distributor kami sebanyak 115 distributor, tapi semua itu berlokasi di sini (Indonesia)," tutup Irwan.


(AHL)