Butuh SDM Inovatif untuk Bersaing di Era Ekonomi Digital

Eko Nordiansyah    •    Rabu, 21 Feb 2018 18:17 WIB
korupsi di esdm
Butuh SDM Inovatif untuk Bersaing di Era Ekonomi Digital
Illustrasi. Metrotvnews.com/M Rizal.

Jakarta: Bank Indonesia (BI) menilai perkembangan ekonomi digital saat ini telah begitu pesat apalagi di industri keuangan seperti perbankan. Untuk itu salah satu kunci agar mampu bersaing di era ekonomi digital seperti sekarang ini adalah menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang tepat.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan SDM khususnya di industri perbankan harus lebih inovatif dalam menghadapi tantangan di era digital. Hal ini disampaikannya saat memberikan kuliah umum di Perbanas Institute dalam rangka dies natalis ke-49.

"Kalau berkembang seperti sekarang kita siapkan SDM, bukan hanya karakter dan integrity-nya baik tapi harus ada in?ovasi. Bentuk inovasi enggak bisa dilawan dengan teknologi," kata dia di Perbanas Institute, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 21 Februari 2018.

Dirinya mengapresiasi langkah Perbanas Institute yang menyediakan SDM untuk perbankan yang lebih inovatif dibarengi integritas yang tinggi. Selain itu, dibutuhkan pula upaya untuk mengembangkan industri perbankan yang sehat, kuat, dan berkelanjutan.

"Pembangunan infrastruktur fisik dan nonfisik harus diteruskan. Pendidikan, SDM, inovasi dan membangun kelembagaan. Upaya untuk lebih good corporate governance (GCG), lebih mudah memberi izin, itu kan semuanya kelembagaan," jelas dia.

Lebih lanjut, Agus menekankan agar ada upaya membangun karakter, integritas, kejujuran, dan etika bagi calon-calon bankir. Menurut dia, kejujuran adalah hal utama yang harus dipegang teguh sebagai landasan agar memiliki prinsip yang kuat.

"Kalau mengalami intervensi, pressure (tekanan), atau diajak melakukan hal yang di luar kepatutan, di luar fundamental yang baik, harus mampu mengatakan tidak dengan sopan. Jangan cuma diajari ilmu-ilmu normatif," pungkasnya.



(SAW)


Tarif Kargo Udara Naik Ratusan Persen

Tarif Kargo Udara Naik Ratusan Persen

5 hours Ago

Tiga maskapai penerbangan yakni Garuda Indonesia, Lion Air dan Sriwijaya melakukan kebijakan me…

BERITA LAINNYA