Ratu Prabu Berencana Bangun LRT Jabodetabek

Dian Ihsan Siregar    •    Rabu, 10 Jan 2018 08:56 WIB
lrtratu prabu energiproyek lrt
Ratu Prabu Berencana Bangun LRT Jabodetabek
Pekerja mengerjakan pembangunan stasiun Light Rail Transit (LRT) (ANTARA FOTO/Feny selly)

Jakarta: PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI) melalui Ratu Prabu berencana membangun LRT Jabodetabek sekitar 400 kilometer (km) yang akan menelan dana hingga USD30 miliar atau setara Rp405 triliun. Jika kesemuanya berjalan lancar maka Ratu Prabu akan menetapkan tarif perjalanan LRT sebesar Rp20 ribu atau setara USD1,5 per satu kali perjalanan.

Menurut Presiden Direktur Ratu Prabu Energi Burhanuddin Bur Maras penetapan tarif LRT merupakan cerminan dari biaya perjalanan LRT di Amerika Serikat (AS). Artinnya masyarakat yang menggunakan LRT untuk pulang pergi akan merogoh kocek hingga USD3 per hari.

"Saya pelajari kalau di AS, San Fransisco, ada LRT, saya hitung-hitung iseng, Ini pendapatannya cukup besar. Seorang bayar USD3 sehari, kalau ada 5 juta orang naik itu, 5 juta kali USD3 di LRT itu USD15 juta. Saya dapat duit USD15 juta sehari. Kan banyak, coba dikalikan sehari, Kalau setahun berapa?" ujar Burhanudin Bur Maras, di Jakarta, Selasa, 9 Januari 2018.

Pembangunan LRT, lanjut dia, akan berjalan tiga tahap. Tahap pertama, perseroan akan menganggarkan dana investasi sebesar USD8 miliar atau Rp108 triliun. Sedangkan keseluruhan dana investasi akan mencapai USD30 miliar atau Rp405 triliun.

Untuk merealisasikannya, dia mengaku, perseroan mulai menawarkan proyek tersebut ke beberapa kontraktor di banyak negara, seperti Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok. "Saya mencarikan sumber dana. Proyek ini saya tawarkan ke tiga negara yakni Jepang, Korea dan Tiongkok. Dan tiga-tiganya mau, antusias,"‎ katanya.

Dia mengungkapkan dari tiga negara yang ditawarkan, negeri tirai bambu memberikan respons hijau yang sangat cepat. Sebab, dalam kurun waktu seminggu Tiongkok sudah merespons tawaran dari Ratu Prabu. Hingga saat ini, Jepang dan Korea Selatan masih belum memberi balasan.

"‎Kita bicara tiga ini, tiba-tiba Tiongkok membalas dengan tertulis kami sanggup dan menyediakan dananya. Cuma seminggu sudah balas. Karena dia takut keduluan Jepang," terangnya.

Lebih lanjut, ia mengaku, ‎kontraktor dari Tiongkok sudah melakukan pembicaraan dengan pihak Exim Bank of China. Bahkan, Exim Bank of China langsung menyatakan kesediaannya untuk membiayai proyek dengan nilai fantastis tersebut. Adapun Ratu Prabu tidak mengeluarkan dana investasi sama sekali dalam menjalani proyek LRT tersebut.

"Mereka sudah bicara dengan Exim Bank of China dan mendukung. Malah dia bisikan lagi kalau Exim Bank pinjamkan uang dia tak memerlukan modal dari saya. Jadi no capital. Semua pinjam 100 persen," kata dia.

Adapun perusahaan kontraktor Tiongkok yang sanggup membangun adalah China Railway Construction Corporation Limited. Perusahaan tersebut sudah duduk secara insentif bersama Exim Bank of China untuk memperoleh pendanaan pembangunan LRT di Jabodetabek.

Burhanuddin Bur Maras mengatakan China Railway Construction Corporation Limited merupakan perusahaan kereta api di Tiongkok yang sudah membangun jalur kereta dari Beijing hingga ke Tibet. Nantinya Ratu Prabu dalam proyek LRT akan menjadi developer dan China Railway Construction Corporation Limited sebagai kontraktor.

"Jadi Tiongkok nanti kontraktornya. Nah kontraktornya kita bayar dan kita pinjam dari Tiongkok. Jadi balik lagi duitnya. Pintar kan mereka," jelas dia.

Tak hanya China Railway, lanjutnya, Ratu Prabu juga akan merangkul perusahaan BUMD, yakni PT Jakarta Propertindo (Jakpro). "Nanti kita juga buat konsorsium untuk membangun LRT. Ya, kalau misalnya pemerintah tunjuk Jakpro untuk ikut. Kalau tidak, ya kita jalan sendiri tidak masalah," tegas dia.

Bahkan, lanjutnya, pembangunan LRT ini tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). "Kami hanya memberi jaminan dalam bentuk asuransi kepada sang pemberi dana. Asuransi itu akan lebih baik dari jaminan pemerintah. Asuransi, dua hari uangnya keluar, asuransi yang besar tapi," tutup dia.


(ABD)


Perpres DNI Rampung Pekan Depan

Perpres DNI Rampung Pekan Depan

1 week Ago

Pemerintah mempercepat penyelesaian rancangan per-aturan presiden (Perpres) mengenai Daftar Neg…

BERITA LAINNYA