Kurangnya Alat Pengering Sababkan Harga Gabah Tertekan di Musim Hujan

Suci Sedya Utami    •    Kamis, 08 Mar 2018 19:27 WIB
hujan
Kurangnya Alat Pengering Sababkan Harga Gabah Tertekan di Musim Hujan
Menko Perekonomian Darmin Nasution (kanan). Ant/Widodo S. Jusuf.

Jakarta: Curah hujan yang tinggi mempengaruhi kualitas panen petani. Musim hujan membuat gabah yang dipanen memiliki kandungan air yang lebih banyak. Parahnya lagi sedikitnya alat pengering (dryer) membuat petani menangis karena harga gabah hasil panen tentu akan jatuh apabila mengandung kadar air melebihi standarnya.

Menko Perekonomian Darmin Nasution menyebutkan ketersediaan dryer di Tanah Air Indonesia hanya sekitar 20-25 persen dari yang dibutuhkan atau kapasitas hasil panennya.

"Sekarang kenapa harga gabah kita agak tertekan kalau panen di musim hujan? Gabah basah itu pedagang termasuk Bulog akan menawar lebih murah. Oleh karena itu dibutuhkan dryer," kata Darmin dalam acara Food Security Summit-4 di JCC, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis, 8 Maret 2018.

Mantan Gubernur Bank Indonesia ini mengatakan pemerintah telah memberikan fleksibilitas pada Perum Bulog untuk menyerap gabah petani dengan harga Rp4.400 per kg. Hal tersebut dinilai menguntungkan petani.

Sebelumnya, Dirut Bulog Djarot Kusumayakti mengatakan pihaknya akan mendapatkan rafraksi atau fleksibilitas harga pembelian sesuai dengan kandungan dan kualitas gabah.

"Misalnya untuk gabah kering panen kualitas kadar air 25 persen, ketika musim hujan jadi 30 persen. Maka kita dapat rafraksi, kita batar lebih murah karena ongkos untuk mengeringkan ditanggung sendiri," kata Djarot.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan dampak dari musim hujan mempengaruhi harga gabah di tingkat petani dan penggilingan. Untuk harga rata-rata di tingkat petani, gabah kering panen pada Februari 2018 turun 3,84 persen dari Rp5.415 menjadi Rp5.207 per KG dan gabah kering giling turun 0,68 persen dari Rp6.002 menjadi Rp5.961 per KG.

Sementara di tingkat penggilingan, harga gabah kering panen pada Februari 2018 turun 3,70 persen dari Rp5.508 menjadi Rp5.305 per KG dan gabah kering giling turun 0,08 persen dari Rp6.009 menjadi Rp6.099 per KG.


(SAW)


Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

6 hours Ago

Keputusan pemerintah melebur BP Batam ke Pemerintah Kota Batam mendapat respons dan tanggapan b…

BERITA LAINNYA