Habiskan Rp800 Miliar, Anggaran IMF-WB Dinilai Wajar

Desi Angriani    •    Senin, 12 Mar 2018 17:14 WIB
imf-world bank
Habiskan Rp800 Miliar, Anggaran IMF-WB Dinilai Wajar
Ekonom Senior Universitas Gajah Mada (UGM) Tony Prasetiantono. Medcom/Desi A.

Jakarta: Pemerintah sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp810,17 miliar untuk pertemuan tahunan  International Monetary Fund (IMF) dan Word Bank (WB) yang akan berlangsung di Nusa Dua, Bali, pada Oktober 2018. Alokasi dana tersebut dinilai cukup wajar mengingat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencapai Rp2.220,6 triliun.

"Menurut saya itu masih reasonable, kita diekspos selama seminggu, itu angka yang masuk akal," ujar Ekonom Senior Universitas Gajah Mada (UGM) Tony Prasetiantono kepada media grup di Gedung Metro Tv, Jakarta, Senin 12 Maret 2018.

Tony mengatakan jumlah tersebut tak akan berdampak negatif terhadap fiskal. Apalagi total anggaran yang dialokasikan lebih rendah dibandingkan sejumlah negara yang pernah menggelar pertemuan tahunan serupa.

Sebaliknya, lanjut Tony pertemuan IMF-WB nantinya dapat mendongkrak sektor pariwisata Tanah Air yang kini baru mencapai 12,5 juta wisatawan asing. Seperti acara IMF-WB AM 2015 di Lima, Peru yang mampu meningkatkan jumlah wisatawan asing sebesar 17 persen di negara tersebut.

"Jadi itu tidak ada dampak negatif. Tapi di kemudian hari kalau pariwisata meningkat tahun lalu kan 12,7 juta wisatawan asing, tahun ini bisa lebih 15 juta dan taun depan lebih besar lagi," tutur dia.

Namun demikian, acara tersebut dinilai tidak akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Dampak jangka panjang dan menengah baru akan terasa beberapa tahun kemudian khususnya di sektor pariwisata.

"Dampaknya ke ekonomi tidak akan seketika, tahun ini tetap paling 5,3-5,4 persen," tegasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, 20 ribu delegasi yang bakal hadir terdiri dari Gubernur Bank Sentral dan Menteri Keuangan dari 189 negara, sektor privat, NGOs, akademisi, dan media akan hadir dan memeriahkan pertemuan tahunan tersebut.

Sementara 189 negara anggota IMF meliputi Indonesia, Amerika Serikat, Inggris Raya, Uni Eropa, Mesir, India, Pakistan Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, Australia, Lebanon, Turki, Somalia, Pantai Gading Kamerun, Kenya, Uni Emirat Arab,  Yordania, Israel, Mongolia, Vanuatu, dan lainnya.

Adapun pertemuan tersebut terdiri dari beberapa agenda yang meliputi IMF-WB Plenary Session, International Monetary and Financial Committee (IMFC) Meeting, World Bank Development Committee, Pertemuan Grup Kerjasama Ekonomi Lainnya (G-20, G-24, MENA, Commonwealth, BRICS, IIF, WEF), Pertemuan Sektor Perbankan dan Riil Lainnya, Seminar dan International Conference serta Konferensi Pers.

 


(SAW)