BRI Kampanyekan Gerakan Ayo Menabung

   •    Minggu, 08 Oct 2017 16:03 WIB
bri
BRI Kampanyekan Gerakan Ayo Menabung
BRI (MI/MOHAMAD IRFAN).

Metrotvnews.com, Lombok: Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Mataram, Nusa Tenggara Barat, menggencarkan kampanye gerakan ayo menabung dengan menggelar penarikan undian hadiah simpanan pedesaan di pelosok desa.

"Kalau tahun-tahun sebelumnya penarikan undian simpanan pedesaan (Simpedes) dilakukan di hotel atau perkotaan. Tahun ini kami ubah dengan mengambil lokasi di perdesaan," kata Pimpinan Cabang BRI Mataram Mochammad Harsono dikutip dari Antara, Minggu 8 Oktober 2017.

Sehari sebelum penarikan undian, BRI Cabang Mataram terlebih dahulu menggelar pawai dari Kecamatan Pemenang menuju Kecamatan Gangga, dalam rangka memperkenalkan produk Simpedes dan memotivasi warga desa menabung.

Harsono menyebutkan jumlah nasabah yang memanfaatkan produk Simpedes BRI di Cabang Mataram sudah mencapai puluhan ribu orang, tersebar di Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Utara.

Dengan menggencarkan sosialisasi ayo menabung melalui penarikan undian hadiah bagi penabung diharapkan warga desa bisa memahami akan manfaat menyimpan dananya di perbankan.

"Nanti rencananya penarikan undian Simpedes semester II/2017 di Gerung, Kabupaten Lombok Barat," ujarnya.

BRI Cabang Mataram menyediakan berbagai hadiah menarik bagi para nasabah, mulai dari peralatan elektronik, sepeda motor hingga mobil. Nilai hadiah yang disiapkan mencapai Rp1,2 miliar setiap tahunnya.

Harsono mengatakan nasabah yang memiliki saldo kelipatan Rp100 ribu berhak mendapatkan satu kupon undian. Semakin banyak saldo tabungan, maka semakin banyak pula kupon undian yang diperoleh sehingga kesempatan memenangkan "grand prize" dua unit mobil sangat besar.

"Untuk undian Simpedes semester I/2017, kami memberikan hadiah "grand prize" berupa satu unit mobil grand livina dan satu unit mobil new ertiga. nanti semester II juga dua unit mobil kami siapkan," ucapnya.

BRI Cabang Mataram akan terus menggencarkan sosilisasi inklusi keuangan di perkotaan dan perdesaan dalam rangka mendukung upaya pemerintah mewujudkan sebanyak 75 persen warga Indonesia melek industri keuangan pada tahun 2019.


(SAW)