BTN akan Kembali Sediakan KPR FLPP

Ade Hapsari Lestarini    •    Kamis, 15 Feb 2018 16:29 WIB
btn
BTN akan Kembali Sediakan KPR FLPP
Ilustrasi. (Foto: Antara/Prasetyo).

Jakarta: PT Bank Tabungan Negara Tbk akan kembali menyediakan Kredit Pemilikan Perumahan (KPR) berskema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun ini.

Hal tersebut dipastikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan. Untuk itu Kementerian PUPR akan segera melakukan MoU dengan BTN guna merealisasikan hal tersebut.

Direktur Utama BTN Maryono mengapresiasi langkah Kementerian PUPR yang kembali memberikan perseroan menyalurkan KPR bersubsidi melalui skema FLPP tahun ini. Masuknya BTN ke dalam skema KPR FLPP bisa mendukung program Satu Juta Rumah yang dicanangkan pemerintahan Joko Widodo.

"Saat ini proses pengajuan menjadi penyalur KPR FLPP sedang dalam proses oleh kementerian terkait. Diharapkan pada semester II-2018 sudah bisa ikut menjadi penyalur KPR FLPP," tutur Maryono dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 15 Februari 2018.

Baca: BTN Ikut Pemerintah Jika Skema Bantuan KPR Dialihkan ke FLPP

Pada 2017 dari sektor perumahan, Kementerian PUPR telah membangun rumah susun, rumah khusus, rumah swadaya, dan dukungan pembiayaan. Adapun dari target rusun 13.253 unit, yang tercapai 13.251 unit. Target rumah khusus 5.038 unit tercapai 5.047 unit, dan target rumah swadaya 110 ribu tercapai 112.732 unit.

Kemudian target dukungan pembiayaan melalui FLPP dan Subsidi Selisih Bunga serta Subsidi Bantuan Uang Muka dapat membiayai 609.623 unit, tercapai 461.689 unit. Sedangkan BTN hingga akhir 2017 telah menyalurkan KPR Rp144 triliun (audited) atau naik 23,26 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp117 triliun pada periode sama tahun sebelumnya.

Dalam mendukung program Satu Juta Rumah pun, hingga akhir tahun lalu, BTN telah menyalurkan kredit sekitar Rp71,34 triliun untuk 666.806 unit rumah. Realisasi tersebut tercatat mencapai 100,12 persen atau melebihi target BTN pada 2017 sebesar 666 persen unit rumah.

Seperti diketahui Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Lana Winayanti akan mengatur mengenai besaran dan skema penyaluran FLPP yang ditangani BTN. Hal itu mengingat sudah ada 40 bank yang melakukan penandatanganan MoU untuk menyalurkan FLPP.

"Bisa, tapi memang kita akan atur supaya bank-bank lain ini FLPP-nya tidak terganggu. Karena begitu, BTN masuk biasanya kan akan diserap ya jadi itu akan diatur," ujarnya.




Menteri PUPR sebelumnya juga telah memberikan ruang bagi BTN untuk kembali menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) mulai tahun ini. BTN pun saat itu hanya diperbolehkan menyalurkan KPR bersubsidi dengan skema Subsidi Selisih Bunga (SSB).

"Jadi, kalau fasilitas KPR Subsidi, apakah itu SSB atau FLPP atau Tapera, bank boleh memanfaatkannya termasuk BTN," ujar Basuki.

Basuki mengungkapkan, tidak ada larangan bagi bank manapun yang sudah ikut skema SSB untuk tidak boleh menyalurkan KPR bersubsidi dengan skema FLPP. Bahkan untuk hal itu, dia mengaku sudah berkonsultasi dengan Menteri Keuangan. 

"Mengenai plafon, tergantung kesanggupan masing-masing bank. Siapa saja boleh memanfaatkan, BCA, BRI, BPD, dan BTN, silakan," katanya.


(AHL)