Penyebab Beras Tak Diterima di Pasar Induk Beras Cipinang

Gervin Nathaniel Purba    •    Selasa, 05 Dec 2017 06:04 WIB
berita kementan
Penyebab Beras Tak Diterima di Pasar Induk Beras Cipinang
(Foto: Antara/Rivan Awal Lingga)

Jakarta: Suplai beras ke Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) periode Juli hingga November 2017 disebut sebagai suplai tertinggi selama empat tahun terakhir. Meskipun suplai tinggi, masih banyak beras dari daerah sentra produksi sulit masuk ke PIBC.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan tidak semua beras dari petani kesulitan masuk untuk disuplai ke PIBC. Sebab saat ini jumlah beras yang masuk pada pukul 07.00 WIB tercatat 3.493 ton. Lebih besar daripada hari-hari biasa sebesar 2.500 ton.

"Hari ini nanti perkiraan (total beras yang masuk) pada pukul 00.00 WIB sebanyak 4 ribu-5 ribu ton," ujar Amran, di kawasan PIBC, Jakarta Timur, Senin, 4 Desember 2017.

Menurutnya, bisa saja ada beberapa pasokan beras tertentu tidak bisa masuk ke PIBC karena kualitas beras yang buruk (broken). Hal ini yang diperkirakan menjadi penyebab beras sulit masuk karena harga yang tidak sesuai dengan kualitas.

"Mungkin enggak bisa masuk karena merek brokennya. Gini, misalnya si A brokennya 5 persen. Si B 10, 20 persen. Ini mengatakan harga tidak masuk, tapi satu dua bilang mengatakan masuk karena brokennya lebih rendah," katanya.

Secara keseluruhan, suplai beras ke PIBC sejauh ini masih terpantau lancar. "Satu enggak kirim, tapi 10 bisa kirim. Buktinya di sini tidak terpengaruh," kata Amran.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya, Arief Prasetyo Adi mengatakan PIBC masih menerima pasokan beras dari Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah. Bahkan PIBC juga menerima bantuan suplai beras dari Perum Bulog sebesar 6,7 persen.

"Semuanya masih mengirim beras. Misalnya Cirebon 19,44 persen, Karawang 20,9 eprsen, dan Jawa Tengah 29,44 persen," ucap Arief.


(ROS)