Pernyataan Duta Besar Tiongkok dan Swedia Dorong Kenaikan Harga CPO

   •    Senin, 05 Feb 2018 13:07 WIB
kelapa sawit
Pernyataan Duta Besar Tiongkok dan Swedia Dorong Kenaikan Harga CPO
Kelapa Sawit (ANT/Puspa Perwitasari).

Jakarta: Harga minyak sawit (CPO) berpeluang untuk bergerak naik pada Senin 5 Februari 2018 karena adanya pernyataan optimistis Duta Besar dari Tiongkok dan Swedia terhadap impor minyak sawit serta melemahnya mata uang ringgit.  

Analis Pasar Monex Investindo Futures Faisyal menuturkan bahwa Duta Besar Tiongkok untuk Malaysia, Bai Tian mengatakan bahwa Tiongkok akan mengimpor lebih banyak minyak sawit dari Malaysia dan tidak akan menetapkan batasan untuk impor.

"Sementara itu Duta Besar Swedia untuk Malaysia, Juhlin-Dannfelt mengatakan bahwa Swedia menentang resolusi Uni Eropa untuk tidak menggunakan minyak nabati dalam energi terbarukan," kata Analis Pasar Monex Investindo Futures Faisyal, Senin, 5 Februari 2018.

Dia juga mengatakan karena minyak sawit harus dihentikan sebelum yang lain, maka usulan Uni Eropa dipandang sebagai tindakan diskriminasi. Swedia dan banyak negara Eropa lainnya yang merupakan anggota Uni Eropa menentang segala bentuk diskriminasi.

Untuk pergerakan ringgit pukul 11.20 WIB terpantau melemah 0,3 persen di level 3,8975 per dolar AS. Ringgit yang melemah akan membuat produk minyak sawit menjadi lebih murah untuk pemilik mata uang lainnya.

"Potensi pergerakan pada hari ini terlihat di rentang antara 2.430-2.525. Untuk sisi atasnya, sebelum menargetkan ke area 2.525 harga harus menembus atas level 2.500 terlebih dahulu sementara itu untuk sisi bawahnya sebelum membidik support di 2.430 harga harus melewati level 2.460," jelas Faisyal.


(SAW)