Pertumbuhan Industri dan Pertanian Harus Seimbang

Ade Hapsari Lestarini    •    Sabtu, 10 Feb 2018 18:03 WIB
pertanian
Pertumbuhan Industri dan Pertanian Harus Seimbang
Ilustrasi. (FOTO: Hafidz)

Jakarta: Keseimbangan antara pertumbuhan industri dan pertanian dinilai sangat dibutuhkan di tengah banyaknya banyak terjadi alih fungsi di lahan pertanian di berbagai daerah.

Menurut Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko permasalahan antara pertumbuhan industri dan pertanian harus adanya keseimbangan, dimana pertumbuhan industri jangan sampai mengganggu produktivitas dari pertanian.

"Alih fungsi lahan untuk industri harus ada keseimbangan bagaimana satu sisi melihat pertumbuhan industri dan satu sisi lain juga bagaimana masalah pertanian itu tidak terganggu baik kuantitasnya maupun kualitasnya," ungkap Moeldoko, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu, 10 Februari 2018.

Karena, kata dia, persoalan tenaga kerja pun harus menjadi sorotan, melihat dari sisi pertumbuhan industri yang mampu memberikan kontribusi atas pertumbuhan tenaga kerja.

"Tetapi di depan mata ini persoalan tenaga kerja juga tak bisa dihindari satu sisi industri juga memberikan kontribusi atas pertumbuhan tenaga kerja, pada sisi yang lain pertanian jangan sampai diabaikan, maka diperlukan kesimbangan. Untuk itu keseimbangan yang kita ajari dalam segi pertanian, bagaimana produktivitas kita tingkatkan," jelasnya.

Mantan Panglima TNI ini mengatakan, kedaulatan pangan diperlukan. Negara tak akan kuat jika mengisi perut rakyat saja didapatkan dari negara lain. Adapun dari sisi ketahanan nasional, menjaga ketahanan pangan itu baik.

"Akan lebih bagus lagi menuju pada kedaulatan pangan dan swasembadapangan. Ketahanan pangan itu tidak peduli barangnya darimana karena yang penting bisa makan. Tapi berdaulat pangan artinya mandiri tanpa menggantungkan pasokan dari luar," papar pria yang juga Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) ini.

Dia menambahkan, bicara pada kedaulatan pangan, maka pasokan pangan harus dari dalam negeri. Apabila suatu saat negara tidak punya uang, maka tidak bisa beli pangan. "Akibatnya akan terjadi guncangan. Ketahanan pangan negara menjadi lemah dan stabilitas nasional bisa terganggu," pungkasnya.

 


(AHL)