Sri Mulyani Jadi Presiden Bank Dunia, Kenapa Tidak?

Ilham wibowo    •    Senin, 14 Jan 2019 12:13 WIB
bank duniasri mulyani
Sri Mulyani Jadi Presiden Bank Dunia, Kenapa Tidak?
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (FOTO: AFP)

Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani yang disebut-sebut bisa menjadi pengganti Jim Yong Kim sebagai Presiden Bank Dunia dinilai bukan hal yang mustahil. Sri punya kapasitas memadainya.

"Bisa-bisa saja (Sri Mulyani jadi Presiden Bank Dunia), kenapa tidak?" ujar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dalam diskusi bersama wartawan di kantornya, Jakarta, Senin, 14 Januari 2019.

Bank Dunia hingga saat ini masih belum memutuskan sosok pengganti dari Jim Yong Kim. Luhut menilai sosok Sri Mulyani merupakan kandidat yang memiliki kemampuan yang luas secara internasional dan mengakomodir kepentingan semua negara saat menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia.

Meski demikian, kata Luhut, pintu untuk Sri belum terbuka lebar saat dihadapkan dengan tradisi sejak berdirinya Bank Dunia dari 1944, semua presiden Bank Dunia merupakan warga negara Amerika Serikat (AS). Kekuatan hak veto Negeri Paman Sam sebagai pemegang saham terbesar ini dianggap masih bisa menghalangi potensi Sri.

"Biasanya (Bank Dunia) dipegang oleh negara yang banyak sumbangannya. Kandidat sih boleh, kamu (wartawan) juga bisa, saya takut AS tak mau menyerahkan itu," ungkap Luhut.

Lebih lanjut, Luhut berpandangan sosok Sri Mulyani ini mestinya jadi pelecut semangat generasi muda anak bangsa untuk bisa turut berkiprah dan bersaing di badan dunia. Posisi jajaran seperti direktur eksekutif masih lebih baik ketimbang presiden lembaga dunia itu sendiri.

"Yang harus kita isi itu di bawah-bawahnya (presiden badan dunia) kita cari Sri Mulyani lain yang juga harus ada di badan dunia lainnya," pungkasnya.

 


(AHL)


Trump Prediksi AS-Tiongkok Capai Kesepakatan
Akhiri Perang Dagang

Trump Prediksi AS-Tiongkok Capai Kesepakatan

1 day Ago

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memprediksi Amerika Serikat akan mencapai kesepakata…

BERITA LAINNYA