Pengusaha 'Ketiban Untung' Perang Dagang

Annisa ayu artanti    •    Selasa, 08 Jan 2019 15:33 WIB
ekonomi indonesiaas-tiongkokPerang dagang
Pengusaha 'Ketiban Untung' Perang Dagang
Ketua Kadin Rosan P Roeslani. MI/Panca Syaukarni.

Jakarta: Kamar Dagang Industri (Kadin) Indonesia menyatakan ada beberapa pengusaha yang meraup untung saat perang dagang. Mereka bahkan menginginkan perang dagang dapat berlangsung lebih lama lagi.

Ketua Kadin Rosan P Roeslani menyebutkan akibat perang dagang sebagian pengusaha meraih windfall profit. Saat perang dagang terjadi, harga barang-barang yang ditawarkan dipasar ekspor menjadi lebih kompetitif.

"Jadi ada beberapa industri bilang kalau bisa perang dagangnya agak lamaan nih. Karena ternyata buat mereka perdagangan jadi baik karena barang mereka lebih baik," kata Rosan saat ditemui usai acara Economic Outlook 2019, di Pacific Place, Jakarta, Selasa, 8 Januari 2019.

Rosan menyebutkan pengusaha yang dimaksud adalah pengusaha-pengusaha tekstil. Setelah bertemu dengan asosiasi dan pemain industri tekstil skala besar mereka mengakui terjadi peningkatan ekspor akibat perang dagang.

"Mereka untuk ekspor 2019 ini naik antara 25-30 persen dibanding 2018," ucap Rosan.

Seperti diketahui, sejak kemarin perwakilan Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok kembali bertemu untuk membahas kesepakatan perang dagang lebih lanjut.

Kedua belah pihak akan menegosiasikan perubahan struktural, sehubungan dengan transfer teknologi paksa, perlindungan kekayaan intelektual, hambatan nontarif, intrusi dunia maya, serta pencurian dunia maya.

Namun, tren perang dagang sepertinya akan beranjak antiklimaks, sebab utusan pemerintah Amerika Serikat (AS) yang bertemu perwakilan Tiongkok yakni Wakil Perwakilan Dagang AS, Jeffrey Gerrish meninggalkan hotel tempatnya menginap di Beijing tanpa mengeluarkan sepatah kata pun kepada wartawan, Gerrish berlalu meninggalkan para jurnalis yang telah menunggu pernyataannya.





(SAW)