Manufaktur Kontribusi 20% ke PDB Nasional

   •    Rabu, 12 Sep 2018 10:09 WIB
pertumbuhan ekonomiindustri manufaktur
Manufaktur Kontribusi 20% ke PDB Nasional
Ilustrasi sektor manufaktur. (FOTO: MI/Angga Yuniar)

Jakarta: Laporan Bank Dunia menyatakan peringkat Indonesia menjadi negara ramah bisnis meningkat, dari 91 pada 2016 menjadi 72 pada 2017 di antara 190 negara. Bahkan, Indonesia diakui sebagai salah satu top improvers dengan posisi berada di atas India, Brasil, dan Filipina.

Hal itu disampaikan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat menghadiri penandatanganan 15 MoU oleh perusahaan dan institusi pemerintah Indonesia-Korea Selatan dalam Forum Bisnis dan Investasi 2018 di Seoul, Korea Selatan.

"Indonesia ialah negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara, yang memetakan pertumbuhan ekonomi sejak berhasil mengatasi krisis keuangan Asia pada akhir tahun 90-an," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa, 11 September 2018.

Ia mengatakan, pada triwulan II 2018 pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5,27 persen, naik 4,21 persen ketimbang di triwulan I-2018. Kuartal II-2018 jadi pertumbuhan tertinggi untuk periode yang sama sejak 2014. Adapun triwulan II-2018 berada di angka 5,01 persen.

"Sektor industri manufaktur konsisten jadi pemacu utama perekonomian Indonesia yang berkontribusi lebih dari 20 persen atas PDB nasional," tutur dia.

Kinerja tertinggi dari sektor manufaktur pada kuartal II-2018 ialah industri plastik dan karet yang tumbuh 11,85 persen, diikuti industri makanan dan minuman 8,67 persen, industri kulit dan alas kaki 11,38 persen, serta industri tekstil dan pakaian 6,39 persen.

Selain itu, global competitiveness report menunjukkan peringkat indeks daya saing Indonesia naik dari 41 pada 2016-2017 ke 36 di 2017-2018 dari 137 negara.

Berbagai lembaga pemeringkat internasional juga meningkatkan status Indonesia ke tingkat layak investasi, seperti Moody's, Fitch, JCR, R&I, dan Standard & Poor. "Ini capaian sangat positif," imbuhnya.

Karena itu, pemerintah Indonesia membuka kemudahan jalan bagi arus masuk investasi dengan menciptakan iklim usaha kondusif. Untuk mendorong investor menambah modal, pemerintah memberi insentif, antara lain tax holiday, tax allowance, dan fasilitas bea masuk. "Bahkan, akan ada skema super deductible tax bagi industri yang melakukan inovasi dan vokasi." (Media Indonesia)

 


(AHL)


Kemenkeu Masih Tunggu Proposal Baru Investor Merpati

Kemenkeu Masih Tunggu Proposal Baru Investor Merpati

44 minutes Ago

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) masih menunggu proposal baru dari calon investor yang akan meny…

BERITA LAINNYA