THR Diupayakan Paling Lambat Turun H-7 Lebaran

Annisa ayu artanti    •    Jumat, 13 Apr 2018 10:53 WIB
tunjangan hari raya
THR Diupayakan Paling Lambat Turun H-7 Lebaran
Menteri Perhubungan Budi Karya. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)

Jakarta: Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengimbau Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) untuk memberi tunjangan hari raya (THR) paling lambat H-7 sebelum Lebaran.

"Kemenaker supaya memberi tunjangan THR lebih cepat H-7. Kalau H-2 orang-orang tidak pulang-pulang (kampung)," ujar Budi dalam Rapat Koordinasi Persiapan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2018, di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat, 13 April 2018.

Budi mengatakan telah berkoordinasi dengan Kemenaker mengenai rencana tersebut. Menurutnya, THR sangat penting mengingat kebutuhan masyarakat menjelang mudik dan Lebaran 2018 sangat besar.

Selain itu, Budi juga menyampaikan, sesuai usul dari Kapolri dalam rapat terbatas supaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan agar memberikan waktu tambahan libur anak sekolah supaya para pemudik bisa mulai melakukan lebih awal. 

"Kalau sekarang libur itu kan ada dua hari sebelum Lebaran, jadi ada yang kejepit, Senin dan Selasa. Saya pikir itu akan membuat liburnya banyak, sehingga bisa mulai pulang dari H-7," jelas budi.

Budi juga menyampaikan, dengan adanya libur tambahan itu bisa membantu kerja operasi ketupat 2018 dan meminimalisir penumpukan pemudik menjelang Lebaran.

"Jadi kalau itu berhasil kita kerjanya bisa lebih enak," pungkas dia.




(AHL)