BI Tetapkan 15 Fintech Terdaftar dalam Regulatory Sandbox

Eko Nordiansyah    •    Senin, 02 Apr 2018 17:24 WIB
fintech
BI Tetapkan 15 Fintech Terdaftar dalam <i>Regulatory Sandbox</i>
BI . MI/USMAN ISKANDAR.

Jakarta: Bank Indonesia (BI) menetapkan Penyelenggara Teknologi Finansial (Fintech) terdaftar, PT Toko Pandai Nusantara dapat masuk ke dalam uji coba dalam Ruang Uji Coba Terbatas (Regulatory Sandbox) Bank Indonesia. Saat ini, telah terdapat 15 penyelenggara fintech yang terdaftar di bank sentral.

Penentuan PT Toko Pandai Nusantara tersebut dengan mempertimbangkan terpenuhinya delapan kriteria yang harus dipenuhi oleh Penyelenggara Fintech sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Anggota Dewan Gubernur Nomor 19/14/PADG/2017 tentang Regulatory Sandbox Teknologi Finansial. 

Regulatory sandbox adalah suatu ruang uji coba terbatas yang aman untuk menguji Penyelenggara Fintech beserta produk, layanan, teknologi dan/atau model bisnis lainnya dengan tujuan guna memberi ruang bagi Penyelenggara Fintech untuk memastikan bahwa produk, layanan, teknologi dan/atau model bisnis telah memenuhi kriteria fintech.

"Agar dapat masuk ke dalam uji coba regulatory sandbox, selain harus sudah terdaftar di Bank Indonesia yang dapat diuji dalam regulatory sandbox merupakan fintech yang mengandung unsur yang dapat dikategorikan ke dalam sistem pembayaran," kata Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Onny Widjanarko di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin, 2 April 2018.

Selain itu, fintech harus mengandung unsur inovasi, bermanfaat atau dapat memberi manfaat bagi konsumen atau perekonomian, bersifat non eksklusif, dapat digunakan secara massal, telah dilengkapi dengan identifikasi dan mitigasi risiko serta hal lain yang dianggap penting oleh Bank Indonesia.

"Penerapan ketentuan Regulatory Sandbox diharapkan dapat mendorong ekosistem teknologi finansial yang sehat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan dan inklusif, dengan tetap menjaga stabilitas moneter, stabilitas sistem keuangan, serta sistem pembayaran yang efisien, lancar, aman dan andal," jelas dia.

Adapun 15 penyelenggara atau produk Fintech yang terdaftar di BI adalah Cashlez Mpos, Pay by QR, Bayarind Payment Gateway, Toko Pandai, yoOk Pay, Halomoney, Duithape, Saldomu, Disitu, Pajak Pay, Wallez, Lead Generation Credit Scoring Check Loan Market Place, Netzme, Mareco-Pay, Ipaymu.



(SAW)


Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

11 hours Ago

Keputusan pemerintah melebur BP Batam ke Pemerintah Kota Batam mendapat respons dan tanggapan b…

BERITA LAINNYA