Pembentukan Switching Company Picu Transmisi ke Nasabah Register

Angga Bratadharma    •    Jumat, 23 Sep 2016 18:10 WIB
bank mandiri
Pembentukan <i>Switching Company</i> Picu Transmisi ke Nasabah Register
Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/Puspa Perwitasari)

Metrotvnews.com, Belitung: PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) atau Bank Mandiri menyebut ada potensi transmisi nasabah e-money bank Badan Usaha Milik Negara dari tidak terdaftar ke terdaftar dari pembentukan switching company. Namun, hal itu akan tergantung dari seberapa besar penambahan merchant.

Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Rafas menyebut adanya potensi peralihan dari tidak terdaftar ke terdaftar tergantung kerja sama antarbank terkait dalam menambah merchant. Adapun batas limit tidak terdaftar Rp1 juta dan batas limit terdaftar sebesar Rp10 juta.

"Kalau Rp1 juta ke atas sudah banyak dipakai di hotel dan restoran. Kalau Rp1 juta ke bawah banyak yang dipakai di tol atau TransJakarta dan sebagainya. Jadi kalau Rp10 juta kapan orang pindah ke situ tergantung penambahan merchant," kata Rohan, di Belitung, Jumat (23/9/2016).

Sedangkan rencana Himpunan Bank-Bank Negara (Himbara) untuk membangun switching company salah satunya adalah dengan tujuan menekan keluarnya dana dari dalam negeri ke luar negeri. Sebab, e-money yang digunakan dalam bertransaksi terkena fee dari perusahaan semacam Visa.

"Saya lupa fee-nya. Tapi setiap transaksi kartu yang berlogo Visa, ketika kita gesek kita kena cash sekian persen dan kita bayarkan kepada Visa sebagai pengelola switching company," tuturnya.

Atas dasar itu, lanjutnya, bank BUMN melalui Himbara berencana membentuk switching company seperti Visa. Pada titik ini, Himbara terus melakukan persiapan dan memfinalisasi terwujudnya switching company agar nantinya menciptakan efisiensi di masa-masa mendatang.

"Switching company itu dari sini tembak ke rekening sana, isi rekening sini. Jadi dia cuma menyediakan infrastuktur IT. Masa kita enggak bisa buat sih. Tahun ini sudah jadi total belum, tapi tahun ini sudah bergerak," tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, bank BUMN siap menyediakan kondisi itu dan akan menentukan siapa saja yang bisa ikut. Artinya, bank BUMN akan menjadi Visa dalam negeri. Adapun tujuan pembentukan holding bank BUMN turut diharapkan memuluskan rencana ini.

Ia menambahkan jika switching company sudah terbentuk dan berjalan maka nantinya memberi manfaat bagi semua pihak, termasuk meningkatkan daya saing perbankan Indonesia di tengah sengitnya persaingan sekarang ini.

"(Nilai transaksi) rupiahnya menurut saya cukup besar dengan transaksi itu. Artinya saya bisa turunkan suku bunga kredit lagi dari situ. Itu kan bisa mengurangi biaya saya," pungkasnya.


(AHL)