Apple-Huawei-Samsung Mau Bangun Pabrik di Indonesia

Ilham wibowo    •    Senin, 14 Jan 2019 19:11 WIB
investasi asingkementerian perindustrian
Apple-Huawei-Samsung Mau Bangun Pabrik di Indonesia
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. Medcom/Annisa Ayu Artanti.

Jakarta: Beberapa perusahaan teknologi multinasional disebut mulai melirik Indonesia sebagai basis produksinya. Sumber daya manusia (SDM) dan kekayaan alam Indonesia dianggap bagus untuk pengembangan produk. 

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan kawasan terintegrasi di Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) bakal menjadi pemain kelas wahid. Pasalnya, kawasan ini menjadi basis pengolahan timah terbesar di dunia.

"Kita udah aprroach Apple, Huawei juga Samsung. Semua yang gunakan bahan itu (timah) bikin hardware di sini," ujar Luhut ditemui di kantornya, Jakarta, Senin, 14 Januari 2019.

Peningkatan nilai  tambah SDA akan dilakukan dengan maksimal. Selama ini, bisnis yang dilakukan perusahaan di Indonesia masih menggenjot ekspor bahan mentah.

"Jadi ada satu loncatan yang dampaknya sangat besar. Nikel biasanya ekspor USD200 juta-USD300 juta kita ekspor, kalau jadi stainless steel USD4 miliar, itu baru satu turunan. Belum nanti karbon steel dan ini akan berpengaruh kepada pertumbuhan GDP kita," paparnya. 

Luhut optimistis implementasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) atau local content bisa diterapkan untuk seluruh produk perangkat elektronik. Saat ini, pabrik litium batrai juga sudah mulai dibangun di lokasi industri yang sama di Morowali.

"Tentu harus ada insentif supaya pindah pabrik ke sini. Itu cara kembangkan sumber daya alam yang puluhan tahun hanya diekspor mentah," pungkasnya. 





(SAW)