Pertemuan IMF-WB

Mandiri Bidik Rp200 Triliun untuk 21 Proyek BUMN

Suci Sedya Utami    •    Senin, 08 Oct 2018 13:06 WIB
bank mandiriimf-world bank
Mandiri Bidik Rp200 Triliun untuk 21 Proyek BUMN
Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rohan Hafas -- MI/ ROMMY PUJIANTO

Bali: PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) atau Bank Mandiri membidik investasi langsung senilai Rp200 triliun untuk 21 proyek Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam pertemuan tahunan IMF dan World Bank di Nusa Dua, Bali. Sebanyak 95 persen di antaranya berasal dari investasi luar negeri.

Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas mengatakan forum ini sangat penting untuk menciptakan sinergi antara investor, pemangku kepentingan dan berbagai peluang investasi yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Di sela pertemuan delegasi-delegasi IMF dan World Bank, Bank Mandiri membantu mengkoordinasikan forum investasi Indonesia ini, di mana nantinya ratusan investor akan mengeksplorasi potensi-potensi investasi di Indonesia,” kata Rohan dalam keterangan tertulis, Senin 8 Oktober 2018.

Kesepakatan kerjasama investasi tersebut dilakukan dalam rangkaian acara Indonesia Investment Forum (IIF) 2018 yang diinisiasi oleh Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Kementerian Keuangan dan Kementerian BUMN melalui Bank Mandiri.

Dalam Indonesia Investment Forum 2018 bertema “A New Paradigm in Infrastruktur Financing” ini, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution akan berbicara tentang Indonesia Infrastructure financing development.

Selanjutnya, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo akan berbicara tentang Financial Deepening to Support Infrastructure Development, Kepala OJK Wimboh Santoso juga berbicara tentang Financial Market Stability to support Development Financing.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani akan berbicara mengenai Continuous Reform for Sustainable Indonesia serta Menteri BUMN Rini Soemarno akan berbicara tentang Investing in SOE’s Projects For Sustainable Indonesia.

Hadir dalam forum tersebut, perwakilan Bank Dunia, Moody’s, BlackRock, Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur prioritas, BPJT, Jasa Marga, AIA Group, Indonesia Infrastructure Finance, Kementerian ESDM, PLN, Macquarie, Allianz dan Bank Mandiri.


 


(Des)


Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

5 hours Ago

Kepailitan Sariwangi AEA dan anak usahanya yaitu PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (…

BERITA LAINNYA