Perusahaan Es Krim Ukraina Lirik Sidoarjo

   •    Kamis, 30 Mar 2017 12:00 WIB
indonesia-ukraina
Perusahaan Es Krim Ukraina Lirik Sidoarjo
Ilustrasi es krim. (FOTO: AFP)

Metrotvnews.com, London: Perusahaan es krim terbesar asal Ukraina membidik kawasan industri Sidoarjo, Jawa Timur guna memasarkan produknya sebagai pintu masuk ke pasar nasional Indonesia yang dinilai potensial.

Hal itu diungkapkan CEO perusahaan es krim asal Ukraina RUD Evgen Stashkevich dalam pertemuan dengan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah yang melakukan kunjungan kerja ke Ukraina pada 29-31 Maret, demikian disampaikan Pelaksana Fungsi Ekonomi KBRI Kyiv, Frass Kamasa kepada Antara London, Kamis 30 Maret 2017.

Dalam pertemuan dengan CEO RUD Evgen Stashkevich, Bupati Saiful Ilah menyampaikan bahwa daerahnya mempunyai iklim investasi yang baik, pertumbuhan ekonominya pesat, dan konsumen yang besar. Dikatakannya selama lima tahun awal kepemimpinannya Sidoarjo menjadi salah satu kabupaten yang mempunyai iklim investasi yang terbaik dan pertumbuhan ekonominya rata-rata mencapai tujuh persen.

Pada pertemuan yang difasilitasi KBRI Kyiv itu dijelaskan Indonesia tertarik untuk bekerja sama saling menguntungkan dengan Ukraina. Bupati Saiful Ilah optimistis kerja sama awal yang dirintis KBRI Kyiv ini dapat terwujud segera setelah dia mempelajari proposal konkrit dari pihak Ukraina.

Sementara itu CEO perusahaan es krim asal Ukraina itu menyatakan bahwa pihaknya serius untuk menggarap pasar es krim di Indonesia dan percaya diri mampu mematahkan dominasi pemain besar es krim yang sudah ada.

"Es krim kami berkualitas internasional dan mempunyai aneka rasa yang beragam. Bahkan bagi penggemar makanan organik, kami juga menawarkan es krim organik berkualitas tinggi dengan harga terjangkau," jelasnya.

Dari pertemuan yang diprakarsai KBRI Kyiv ini didapatkan komitmen dari pihak Ukraina untuk mendapatkan mitra dari Indonesia guna mempromosikan es krim tersebut. Selain itu, tim perusahaan es krim asal Ukraina itu juga akan mengunjungi Sidoarjo untuk melihat langsung kawasan industri yang ada dan mengikuti pameran di negeri ini.

Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Kyiv Yusran Hadromi berharap diskusi awal ini tidak berhenti pada tataran ide semata. "Rencana pembukaan kawasan industri di Sidoarjo pada November 2017 diharapkan dapat dimanfaatkan investor Ukraina untuk melakukan investasi di Indonesia," bebernya.

Pada 2016, neraca perdagangan Indonesia-Ukraina mencapai USD872 juta atau tumbuh 65 persen dibandingkan dengan 2015. Produk ekspor unggulan Indonesia ke Ukraina antara lain kelapa sawit, mesin elektronik, kertas, alas kaki, dan kakao.

Khusus untuk Sidoarjo, di 2016 tercatat ekspor Indonesia ke Ukraina sebesar USD6,42 juta atau sekitar 0,90 persen dari total sumbangan ekspor daerah terhadap neraca perdagangan Indonesia-Ukraina. Produk ekspor Sidoarjo ke Ukraina terdiri dari minyak kelapa, konsentrat dari kopi, pakaian dan aksesoris, pembalut wanita, alas kaki, peralatan dapur, sepeda, tempat duduk, dan furnitur.

Selama di Ukraina, Bupati Sidoarjo mengisi booth KBRI Kyiv dalam pameran wisata internasional UITT, 29-31 Maret, dan bertemu dengan Wali Kota Kremenchug.


(AHL)