AP I Uji Kemampuan Personel Bandara Ngurah Rai

Ade Hapsari Lestarini    •    Selasa, 18 Oct 2016 18:56 WIB
bandaraangkasa pura ii
AP I Uji Kemampuan Personel Bandara Ngurah Rai
Sejumlah petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api saat simulasi kecelakaan pesawat di Bandara Ngurah Rai, Bali. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)

Metrotvnews.com, Denpasar: PT Angkasa Pura I (Persero) menggelar Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) Dirgantara Raharja ke-89 yang dilaksanakan di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar.

Latihan yang rutin dilakukan ini melibatkan sekitar 500 personel, yang terdiri dari Airport Emergency Committee dan Airport Security Committee dari Angkasa Pura I, Perum LPPNPI, TNI/Polri, Basarnas, pemadam kebakaran, serta rumah sakit di sekitar Denpasar.

"Kegiatan ini merupakan latihan terpadu yang dilakukan secara berkala dan berkesinambungan untuk menguji fungsi koordinasi, komunikasi, dan komando antarunit dan instansi," tutur Direktur Operasi Angkasa Pura I Wendo Asrul Rose, seperti dikutip dalam siaran persnya, di Jakarta, Selasa (18/10/2016).

Menurut dia, simulasi tersebut sesuai dengan Dokumen Penanggulangan Keadaan Darurat Bandara (Airport Emergency Plan Document) dan Dokumen Program Keamanan Bandar Udara (Airport Security Programme Document).


Foto: PT Angkasa Pura I (Persero) menggelar Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) Dirgantara Raharja ke-89 yang dilaksanakan di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar.

"Kegiatan ini juga untuk melatih dan memantapkan kemampuan personel sesuai dengan bidang tugas masing-masing," tambah dia.

Dia menambahkan, latihan PKD ini tidak hanya latihan untuk penanganan pada kecelakaan pesawat atau aircraft crash saja, namun juga dilakukan simulasi kebakaran gedung atau domestic fire dan juga teror bom di bandara atau aviation security exercise.

Wendo mengungkapkan, terdapat hal unik di dalam latihan teror bom, yakni skenario latihan dibuat secara tertutup. Sehingga para personil tidak diberi tahu kapan dan dimana mereka akan melakukan aksinya.

"Hal ini untuk melihat bagaimana kesiapan para personil jika sewaktu-waktu hal tersebut terjadi, sehingga segala sesuatunya dibuat secara real," jelas Wendo.

Menurutnya, dalam bisnis kebandarudaraan, aspek keselamatan dan keamanan penerbangan merupakan prioritas utama yang bersifat mandatory dan wajib dijadikan perhatian ekstra karena menyangkut keselamatan jiwa manusia.

"Oleh karena itu, melalui pelatihan ini kami berharap dapat mengetahui tingkat kesiapan, baik personel maupun alat-alat pendukungnya. Terlebih lagi ini adalah bandara yang menjadi sorotan dunia," bebernya.

Maka dari itu, sebagai destinasi pariwisata favorit di mata dunia, maka Bandara I Gusti Ngurah Rai harus benar-benar siap dalam melayani dan memberikan kenyamanan serta keselamatan penerbangan bagi seluruh pengguna jasa bandara.

Sepanjang 2016, Angkasa Pura I telah melaksanakan latihan seperti ini empat bandara, yaitu di Bandara Adi Soemarmo Surakarta, Bandara Frans Kaisiepo Biak, Bandara Juanda Surabaya, dan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. Direncanakan di 2017 akan kembali di gelar di lima bandara lain.


(AHL)