2016, KKP Berhasil Selamatkan Sumber Daya Ikan Senilai Rp306,8 Miliar

Gervin Nathaniel Purba    •    Rabu, 11 Jan 2017 20:44 WIB
kelautan dan perikanan
2016, KKP Berhasil Selamatkan Sumber Daya Ikan Senilai Rp306,8 Miliar
Ikan (ANT, Oky Lukmansyah).

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (BKIPM KKP) berhasil menyelamatkan sumber daya ikan Indonesia senilai Rp306,8 miliar dalam hal penanganan pelanggaran dan penegakkan hukum. Angka tersebut meningkat dari 2015 yang hanya Rp37,2 miliar.

Kepala BKIPM KKP Rina mengatakan, sumber daya ikan tersebut terdiri dari benih lobster, kepiting/lobster/rajungan bertelur, kepiting dan lobster berukuran kurang dari 200 gram mutiara, koral dan produk hasil perikanan seperti kuda laut, penyu dan sirip hiu. Adapun 17 kasus penanganan pelanggaran dan penegakkan hukum telah mendapat putusan pelanggaran.

"Dari jumlah tersebut 17 kasus telah mendapatkan putusan pengadilan, dua kasus sampai pada P19, 14 kasus dalam proses penyidikan dan 119 kasus telah dilakukan pengumpulan bahan dan pelepasliaran", ujar Rina dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (11/1/2017).

Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat Sertifikasi Mutu dan Keamanan Hasul Perikanan BKIPM KKP Widodo Sumiyanto mengatakan pihaknya juga berhasil menekan angka kasus penolakan ekspor perikanan per negara mitra yang merupakan Indikator Kinerja Utama (IKU) BKIPM, dimana maksimal hanya diperbolehkan 10 kasus ke negara mitra. Untuk kasus kualitas untuk konsumsi selama 2016, tercatat hanya tujuh kasus yang terjadi. Angka ini tentunya jauh lebih sedikit dibandingkan beberapa tahun lalu.

"Kasus konsumsi ada dua alasan karena mutu dan administrasi. Pada 2016 ada tujuh kasus, yang paling banyak adalah di Rusia ada empat kasus karena mengandung logam berat," kata Widodo.

Saat ini Indonesia menempati rangking 21 dalam penolakan ekspor hasil perikanan. Artinya, kasus penolakan ekspor perikanan semakin sedikit dari tahun ke tahun.

"Saat ini Indonesia sebagai negara Asia terdepan dalam keamanan ekspor hasil perikanan. Menyusul Vietnam dengan 38 kasus, India 31 kasus dan Thailand 19 kasus," jelas Rina.

Selain hasil perikanan tangkap, Rina menambahkan, ekspor perikanan budidaya seperti ikan nila dan lele sudah dapat menembus pasar Eropa. Hingga 2016, tercatat Indonesia sudah melakukan 86.582 kali ekspor hasil perikanan.

Tidak hanya itu, selama 2016  Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) BKIPM mencapai Rp51,75 miliar. Angka ini tentunya tercapai melebihi dari target Rp 13,04 miliar.
"Kenaikan PNBP ini dikarenakan adanya peningkatan pemeriksaan terhadap hasil perikanan senilai Rp 14,02 miliar, serta adanya integrasi sistem sertifikasi mutu dan karantina ikan," paparnya.

Ke depan, BKIPM akan terus melakukan peningkatan pengawasan di wilayah perbatasan, terutama dalam hal penyelundupan. Selain itu, untuk kualitas ekspor produk perikanan akan terus ditingkatkan dengan evaluasi dan inspeksi dengan lembaga dalam maupun luar negeri.

"Semakin tajamnya dan bagusnya produk lerikanan sehingga keberadaan produk perikanan Indonesia dapat terus diakui oleh dunia internasional", tuturnya.


(SAW)