Indonesia Ekspansi Pasar Seragam Militer Dunia

   •    Jumat, 14 Oct 2016 08:14 WIB
sritex (sri rejeki isman)
Indonesia Ekspansi Pasar Seragam Militer Dunia
Pekerja pabrik Sritex. (Foto: Antara/Hafidz Mubarak).

INDONESIA saat ini menjadi salah satu negara pemasok kebutuhan seragam militer untuk 30 negara di dunia.

Terdapat peluang bagi Indonesia untuk mengembangkan tujuan ekspor. Beberapa prospek tujuan ekspor baru tersebut merupakan sejumlah negara Afrika dan Timur Tengah.

"Itu menjadi potensi terbesar karena sekarang lebih banyak yang masuk ke sana itu dari Tiongkok," ujar Wakil Presiden Direktur PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex, Iwan Kurniawan Lukminto, di pabrik Sritex Solo, Kamis (13/10).

Ditegaskannya, Indonesia sudah sangat mumpuni dalam memproduksi seragam militer dengan spesifikasi tinggi.

"Kami memproduksi seragam militer dengan spesifikasi antiair dan api, antiinframerah, sampai antiradiasi nuklir," ujar Iwan.

Selain itu, Sritex memproduksi banyak produk seperti tas, ransel, sleeping bag, sarung tangan, tenda, dan integrated personal protection set yang digunakan tentara.

Menurutnya, Sritex mampu memproduksi 5 juta-6 juta seragam militer per tahun.

"Produk uniform militer sekitar 1,2 juta potong untuk TNI setiap tahun. Sisanya untuk instansi lain dan juga untuk diekspor, seperti Jerman, Australia, Inggris, Belanda, Arab Saudi, Timor Leste, juga pasukan perdamaian NATO," ujarnya.

Iwan mengungkapkan masih sulit bagi Indonesia untuk menembus pasar Afrika dan Timur Tengah. Persoalan utamanya ialah masih minimnya koneksi sektor keuangan domestik ke negara tujuan.

"Perbankan di sini belum ada yang punya koneksi ke sana dan akhirnya ekspor ke sana masih dianggap bisnis yang high risk."

Kementerian Pertahanan menganggap industri tekstil dalam negeri berperan besar terhadap pemenuhan kebutuhan militer domestik dan internasional.

"Terutama dalam pemenuhan kebutuhan militer yang sifatnya nonalutsista, yaitu perlengkapan seragam militer," ujar Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan Djundan Eko Bintoro. (Media Indonesia)


(AHL)