Perlindungan Varietas Tanaman Diharap Terus Meningkat

Tri Kurniawan    •    Rabu, 06 Dec 2017 17:44 WIB
berita kementan
Perlindungan Varietas Tanaman Diharap Terus Meningkat
Erizal Jamal (tengah) saat diskusi Refleksi 17 Tahun Perlindungan Varietas Tanaman. Foto: Medcom.id/Tri Kurniawan

Malang: Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian Kementerian Pertanian akan meningkatkan pengawasan terhadap varietas tanaman yang terdaftar. Hal ini untuk mengurangi penyalahgunaan terhadap varietas tanaman terdaftar dan untuk meningkatkan perlindungan varietas tanaman.
 
Dasar hukum perlindungan varietas tanaman adalah Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2000. Pengertian perlindungan varietas tanaman menurut UU Nomor 29 Tahun 2000 Pasal 1 (1) adalah: perlindungan khusus yang diberikan negara, dalam hal ini diwakili pemerintah dan pelaksanaannya  Kantor Perlindungan Varietas Tanaman, terhadap varietas tanaman yang dihasilkan oleh pemulia tanaman melalui kegiatan pemuliaan tanaman.
 
Menurut data Pusat Perlindungan Varietas Tanaman, hingga September 2017, varietas hasil pemuliaan yang sudah didaftarkan ada sebanyak 1.278 dan varietas lokal sebanyak 683. Sedangkan varietas tanaman yang sudah mendapatkan perlindungan sebanyak 405 hingga Agustus 2017.
 
Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian Erizal Jamal mengatakan berdasarkan varietas yang ada, pendaftaran varietas tanaman untuk dilindungi belum maksimal. Menurut Erizal, Pusat Perlindungan Varietas Tanaman terus mencari jawaban kenapa itu terjadi.
 
“Kami juga ingin melihat, setelah dilindungi seberapa jauh hal itu memberikan manfaat kepada yang sudah mendaftar. Fungsi pengawasan juga kami tingkatkan terhadap varietas yang dilindungi dari penyalahgunaan di lapangan,” kata Erizal saat diskusi bertema Refleksi 17 Tahun Perlindungan Varietas Tanaman di Malang, Jawa Timur, Selasa, 5 Desember 2017, malam.
 
Erizal menyampaikan, salah satu manfaat sertifikat perlindungan varietas tanaman adalah ada konsekuensi hukum bagi siapa pun yang menyalahgunakan, karena varietas terdaftar dilindungi undang-undang. Kalau mau dilepas ke pasar harus diuji untuk memastikan varietas sesuai yang dijanjikan pemulia.
 
Dia mengatakan, perusahaan pembenihan aktif melaporkan kalau menemukan penyalahgunaan varietas. Erizal tidak ingin hanya menerima aduan dari perusahaan. Harus ada tindakan aktif dari Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dalam mengawasi varietas-varietas yang sudah didaftarkan.
 
Erizal berharap, varietas terdaftar naik dua kali lipat dalam lima tahun ke depan. Pusat Perlindungan Varietas Tanaman masih mencari pola agar proses perlindungan varietas dan pelepasan varietas tanaman bisa sinkron, sehingga memudahkan pendaftaran dan pelepasan varietas. Dia juga berharap kerja sama dengan pemerintah daerah bisa mendorong pendafataran varietas tanaman.
 
Sejauh ini, menurut dia, pemerintah daerah mampu meningkatkan perlindungan varietas lokal terutama plasma nutfah. Namun, tetap saja belum semua varietas tanaman terdata dengan baik. Banyak varietas yang tidak diketahui pemulianya. “Kami berikan tanggung jawab kepada pemerintah daerah, mereka yang harus mendaftarkan,” kata Erizal.
 
Pemerintah, lanjut dia, sementara ini fokus melindungi varietas yang punya nilai pasar dan erat kaitannya dengan kehidupan masyarakat, seperti produk hortikultura.


(TRK)