Penenggelaman Kapal Bukan Hobi Menteri Susi

Ade Hapsari Lestarini    •    Rabu, 10 Jan 2018 14:09 WIB
kelautan dan perikananpenenggelaman kapal
<i>Penenggelaman Kapal Bukan Hobi Menteri Susi</i>
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. (FOTO: MTVN/Eko Nordiansyah)

Jakarta: Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menegaskan jika penenggelaman kapal bukan lah idenya, apalagi hobinya.

"Sekali lagi penenggelaman kapal itu bukan ide, hobi Menteri Susi, atau pemerintahan Pak Jokowi. Bukan," tegas Susi, saat memberikan penjelasannya terkait larangan penenggelaman kapal, seperti dikutip dalam akun YouTube KKP News, Rabu, 10 Januari 2018.

Susi mengatakan, Presiden Joko Widodo alias Jokowi sebagai seorang presiden dengan visi maritimnya ingin mengamankan sumber daya alam laut Indonesia.

"Yaitu sektor perikanannya untuk tetap bisa sebesar-besarnya memakmurkan rakyat Indonesia, terutama para nelayan," tambah dia.

Susi menjelaskan hal tersebut karena dirinya ingin sedikit berbagi dan sharing kembali tentang beberapa hal yang belakangan ini muncul kembali.

Baca: Jusuf Kalla: UU tak Wajibkan Peledakan Kapal Asing Pencuri Ikan

"Yang sebetulnya itu hal yang sudah kita lakukan selama tiga tahun ini. Kita awali dengan hal yang satu ini yaitu tenggelam, penenggelaman, tenggelamkan. Tiga kata yang dalam tiga tahun ini begitu melekat, dan seolah-olah menjadi trademark daripada Susi Pudjiastuti, padahal bukan," tambahnya.

Seperti diketahui, sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan melarang Susi untuk menenggelamkan kapal lagi.

"Sudah diberi tahu (Menteri KKP) tidak ada penenggelaman kapal lagi," tegas Luhut di Kantor Menko Kemaritiman, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin, 8 Januari 2018.

Luhut menjelaskan, saat ini sudah tidak diperlukan penenggelaman kapal seperti yang dilakukan Susi selama ini. Meskipun penenggelaman bertujuan untuk meminimalisir illegal fishing. Menurutnya, negara lain sudah mengetahui bahwa Indonesia telah tegas memberantas illegal fishing.

"Sekarang kita ingin lihat ke depan. Semua orang sudah tahu negeri kita tegas," ungkap dia.

 


(AHL)