Petani belum Panen, Harga Beras masih Mahal

   •    Senin, 05 Feb 2018 08:37 WIB
beras
Petani belum Panen, Harga Beras masih Mahal
Ilustrasi beras. Medcom.id/ M Rizal

Jakarta: Polemik harga beras masih masih menghantui masyarakat. Pasalnya, hingga kini harga beras belum juga turun karena pasokan minim.

Seperti yang terjadi di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, harga beras kualitas premium dijual dengan harga Rp13.600 per kg. Padahal, sebulan lalu harga beras masih Rp11.200 per kg. Beras medium saat ini dijual dengan kisaran harga Rp11.200 per kg.

"Saya bingung harga beras makin tidak terjangkau," keluh Sumarni, konsumen beras asal Kecamatan Paceng, Kabupaten Gresik, kemarin.

Naiknya harga beras dalam sebulan terakhir itu disebabkan belum ada padi petani yang bisa dipanen. Tanaman padi petani di sepanjang kawasan pesisir setempat baru berumur 30 hari setelah tanam. Itu dimungkinkan pada dua bulan mendatang baru bisa dipanen. Panen raya sekitar April," kata Manan, petani setempat.

Sama halnya di Ciamis, Jawa Barat. Harga beras masih tinggi sebab belum seluruh padi bisa dipanen. Saat ini sebagian lahan persawahan baru berbuah dan panen serentak diprediksi akhir Februari hingga April. 

"Panen raya dipastikan akan terjadi pada akhir Februari hingga Maret. Karena lahan persawahan di beberapa daerah, mulai Ciamis, Tasikmalaya, Garut, Pangandaran, Kota Tasikmalaya, hingga Kota Banjar baru muncul buah," kata Wakil Kepala Bulog SubDivre Regional II Ciamis, Firmansyah.

Belum masanya panen itu menyebabkan harga beras masih mahal. Saat ini di Priangan Timur rata-rata beras dijual antara Rp12.500 sampai Rp13.000 per kg.

Sama halnya di Banyumas, Jawa Tengah, 40 persen dari sekitar 500 penggilingan padi belum beroperasi sebab panen padi belum merata, sedangkan sekitar 300 penggilingan yang beroperasi belum maksimal. Rata-rata sehari hanya 1-2 ton gabah yang digiling.

"Sekarang yang memasuki panen baru beberapa kecamatan, di antaranya Jatilawang, Rawalo, dan Wangon. Itu pun masih belum banyak karena diperkirakan masa panen raya akan berlangsung pada akhir Februari hingga Maret," kata Wahyudianto, selaku Ketua Persatuan Penggilingan Padi Banyumas.

Dari DIY, Dinas Perdagangan Kabupaten Bantul sampai saat ini masih menunggu penyelenggaraan operasi pasar beras, yang diajukan oleh desa atau kecamatan.

"Kami masih menunggu. Prinsipnya operasi pasar beras dapat diselenggarakan kapan pun asal ada permintaan dari desa dan kecamatan," kata Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Bantul, Subiyanto Hadi.

Harga beras tidak stabil juga terjadi di Klaten, Sulawesi Selatan, Kabupaten Malang, Bangka Belitung, dan Sragen. Harga beras belum normal meski operasi pasar dan bantuan sosial beras rastra telah dilakukan. (Media Indonesia)


(SCI)